Real Madrid mencapai comeback spektakuler di stadion Roma, mengalahkan ibu kota Italia 4-3 setelah tertinggal 3-1 hanya dalam waktu 81 menit. Kemenangan dipastikan di sepuluh menit terakhir pertandingan, ketika tim putih mencetak tiga gol, semuanya dari bola mati. Kombinasi penguasaan taktis dan ketepatan tendangan sudut mereka menjadi penentu kemenangan.

Pertandingan dimulai dengan Roma memimpin dan mempertahankan keunggulan hingga menit ke-81, ketika Real Madrid mulai memberikan tekanan yang intens. Saat itu, sang pelatih memutuskan untuk mengandalkan tendangan sudut sebagai senjata utamanya. Gol pertama terjadi tak lama setelah tendangan sudut pertama, ketika striker Turki Arda Güler menempatkan bola di tengah kotak penalti. Umpan silang itu berakhir di kepala Endrick, yang menyundulnya dan memastikan kiper Roma, sang kiper, tidak bisa menghentikan tembakannya. Bola jatuh ke tangan Espí yang mencetak gol 3‑2 pada menit ke-82. Meskipun asisten wasit mengindikasikan bahwa Espí berada dalam posisi offside, VAR meninjau permainan dan memastikan gol tersebut.

Kedudukan imbang ditutup pada menit ke-85, ketika sepak pojok Güler lainnya kembali menjadi sumber aksi. Kali ini, Endrick kembali menerima bola di kepalanya dan dengan tendangan jitu menyamakan skor. Ketegangan bertambah ketika pada menit ke-90, Real Madrid kembali melakukan tendangan sudut yang menjadi dasar gol lainnya. Striker Rüdiger, yang pandai membaca permainan, menempatkan dirinya di area penalti dan menyelesaikannya dengan sundulan yang melampaui kiper, memberikan skor akhir 3‑4.

Comeback menjadi salah satu yang paling berkesan musim ini, karena Real Madrid berhasil mengalahkan Roma di menit-menit akhir pertandingan. Penampilan Arda Güler sebagai ahli tendangan sudut sangat penting, karena umpan silangnya yang tepat menghasilkan peluang untuk mencetak gol. Selain itu, pertahanan Real Madrid juga menunjukkan soliditas, mampu menahan Roma di sepuluh menit terakhir dan menghindari serangan balik.

Dengan kemenangan ini, Real Madrid mengukuhkan diri di puncak klasemen Liga Champions dan melaju dengan keunggulan signifikan di grupnya. Roma, pada bagiannya, harus menganalisis penyebab kekalahan mereka dan berupaya meningkatkan pertahanan mereka untuk pertandingan berikutnya. Real Madrid, dengan keyakinan baru, bersiap untuk pertandingan berikutnya, dimana mereka akan berusaha menjaga momentum dan terus maju di kompetisi Eropa.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita