Alexia Putellas, kapten sepak bola wanita Spanyol, merayakan pertandingannya yang ke-150 untuk La Roja akhir pekan lalu, menjadi pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah tim wanita. Dalam pertandingan melawan Amerika Serikat, pemain veteran berusia 32 tahun itu mencetak satu gol dan memberikan satu assist, menambah rekor impresifnya yaitu 43 gol dan 5 assist selama berseragam Spanyol.

Laga yang dimainkan Selasa dini hari itu menjadi tonggak sejarah lain bagi mantan pemain Barcelona yang kini bermain untuk London City itu. Dengan 150 penampilan, Putellas melampaui pemain pria terbanyak dalam daftar penampilan terbanyak, tertinggal dari Sergio Ramos (180) dan Iker Casillas (167). Umur panjang dan ketekunannya menempatkannya sebagai salah satu tokoh paling menonjol di sepak bola Spanyol, dan usianya yang relatif muda menunjukkan bahwa ia dapat terus meningkatkan jumlah panggilannya di tahun-tahun mendatang.

Pencapaian tersebut diraih jelang gala Ballon d'Or 2026 yang digelar 12 hari lagi. Meski penghargaan tersebut belum diberikan, namun pemain Mollet del Vallès ini memiliki pencalonan yang solid berkat karirnya bersama tim nasional dan penampilannya di klub. Partisipasinya di Piala Dunia 2023, dua edisi Nations League (2024 dan 2025) dan medali perak Euro 2025 mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik di dunia.

Soal performa di laga melawan Amerika Serikat, Putellas menunjukkan kepemimpinan dan kualitas teknisnya seperti biasa. Gol yang ia cetak merupakan hasil kombinasi kecepatan dan presisi, sedangkan assist tersebut menunjukkan visi permainan dan kemampuannya menciptakan peluang bagi rekan satu timnya. Momen-momen tersebut mengukuhkan reputasinya sebagai pemain yang tidak hanya mencetak gol, namun juga membangun permainan.

Dengan semakin dekatnya Ballon d'Or, ekspektasi semakin meningkat mengenai apakah Putellas akan mampu menambah gelar individu lagi dalam rekornya. Terlepas dari hasilnya, warisannya di tim nasional Spanyol dan dunia sepak bola terus berkembang, dan fase selanjutnya menjanjikan untuk terus menandai sejarah olahraga.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita