FCNantes kembali mendapat kritik pedas dari pelatih mereka, Grégory Poirier, setelah bermain imbang 1-1 melawan Clermont. Hasil yang menyusul kekalahan 0-1 di Saint-Étienne tidak cukup meyakinkan The Canaries yang masih berada di peringkat 15 klasemen Ligue1 dan baru meraih dua kemenangan sejak awal musim.
Pada pertandingan tersebut, tim Nantes unggul terlebih dahulu berkat sundulan Frédéric Guilbert pada menit ke-15. Namun, pertahanan dengan cepat menunjukkan kelemahan, memungkinkan FlorianBianchini mengembalikan kesetaraan. Pada menit ke-71, tembakan tepat sasaran dari Clermont menghasilkan tendangan voli spektakuler yang menyegel skor. Pertandingan berlangsung dalam suasana tegang, para pemain tidak mampu mempertahankan intensitas yang diperlukan untuk mengubah keunggulan menjadi kemenangan.
Setelah peluit akhir dibunyikan, Poirier mengungkapkan ketidaksenangannya saat konferensi pers, menyoroti kesalahan pertahanan dan ketidakmampuan tim untuk mempertahankan keunggulan mereka. Dia mengatakan pelanggaran tersebut “tidak dapat dimaafkan” dan para pemain perlu mengubah pendekatan mereka secara radikal, baik secara ofensif maupun defensif. Pelatih menegaskan bahwa kita tidak boleh lagi berbicara tentang pendakian tanpa hasil nyata, menambahkan bahwa kita harus “bekerja keras dan mengubah keadaan” untuk menghindari terjebak di zona degradasi.
Para pemain sendiri mengungkapkan rasa frustrasinya. FabienCentonze menyebut pertandingan itu “sangat rumit” dan menekankan bahwa kesalahan terus berulang, yang menurutnya berarti kekalahan. FrédéricGuilbert, terlepas dari tujuannya, juga menyatakan ketidakpuasannya, meminta pertimbangan ulang secara kolektif dan individu. Dia menegaskan Canaries tidak boleh membiarkan gol mudah berlalu begitu saja, dan bahwa setiap pemain harus “membersihkan rumah mereka”.
Dengan kritik tersebut, Poirier menyarankan agar keputusan tegas diambil untuk memperbaiki situasi. Klub kini harus membuktikan kemampuannya mengubah rasa frustrasi menjadi performa di lapangan. Pertemuan berikutnya akan menjadi penentu untuk mengukur dampak dari pidato kemarahan ini di ruang ganti dan menentukan apakah FCNantes akhirnya dapat menemukan jalan menuju kemenangan.
