Barcelona meraih kemenangan meyakinkan 4‑1 atas Galatasaray di Liga Champions, dengan Lamine Yamal yang berusia 19 tahun memberikan performa menonjol yang menyoroti pengaruhnya yang semakin besar terhadap tim. Tim Spanyol membalikkan defisit babak pertama untuk mendominasi babak kedua, dengan Yamal menyumbang dua gol, satu gol, dan dua assist dalam 10 penampilannya untuk klub musim ini.
Momen Yamal yang paling berkesan terjadi pada menit ke-65 ketika ia melakukan dribel luar biasa yang kemudian ia gambarkan sebagai “hampir rabona”. Remaja itu menipu bek di dekat garis tepi, lalu mengarahkan bola ke sudut gawang, memberikan umpan silang sempurna untuk Anthony Gordon. Gordon menyelesaikan permainannya, memberi Barcelona keunggulan 3-0. Yamal kemudian menjelaskan kepada Movistar bahwa langkah tersebut merupakan upaya spontan untuk menciptakan ruang, mengingat lawan sering terjatuh ke tanah saat ia mencapai byline. “Saya selalu berusaha menemukan cara untuk menciptakan ruang,” katanya kepada mantan penyerang Barca Thierry Henry di CBS, menambahkan bahwa langkah tersebut “bagus dan efektif.”
Pelatih Barcelona, HansiFlick, memuji dampak Yamal, menyebutnya sebagai “pengubah permainan” untuk pertandingan tersebut. “Di babak kedua dia tampil fantastis, bagaimana dia mendominasi permainan, umpan terakhirnya… Sungguh luar biasa apa yang dia lakukan,” kata Flick dalam konferensi pers pasca pertandingan. Kontribusi Yamal—delapan gol dan sembilan assist—telah membantu tim mempertahankan rekor 10 pertandingan tak terkalahkan di awal musim, termasuk delapan kemenangan liga dan dua kemenangan di Liga Champions. Klub telah mencetak 43 gol dalam rentang waktu tersebut, sebuah bukti potensi serangan skuad.
Kemenangan tersebut juga menjaga ambisi Barcelona untuk meraih treble tetap hidup, seiring klub terus mengejar gelar LaLiga, Liga Champions, dan Copa del Rey. Yamal mengungkapkan keyakinannya terhadap prospek tim, dengan menyatakan, “Kami adalah Barcelona, kami adalah tim terbaik di dunia,” ketika ditanya tentang kemungkinan treble. Minggu depan akan menguji klaim tersebut saat Barca bertandang ke Real Betis untuk pertandingan LaLiga, menghadapi Paris Saint‑Germain di babak 16 besar Liga Champions, dan kemudian menjamu Real Madrid di El Clasico pertama musim ini. Hasil dari pertandingan-pertandingan ini akan menentukan apakah pengaruh pemain muda tersebut dapat membawa tim menuju kesuksesan bersejarah.
