Udinese mengalami "ko" baru melawan Torino, dengan kemenangan Toro dipastikan berkat gol bola mati. Pelatih Kosta Runjaic, usai pertandingan, berusaha untuk tidak fokus pada hasil negatif dan menyatakan bahwa ia tetap "selalu optimis", mengutip filosofi hidupnya.
Runjaic mengakui kekalahan itu adalah “kesalahan besar” dengan “kurangnya komunikasi dan persepsi” di lini pertahanan. Ia menggarisbawahi bahwa ia juga mempunyai tanggung jawab sebagai seorang pelatih, dengan menyatakan bahwa "dengan kesalahan-kesalahan ini kita bisa saja kalah". Sang pelatih juga menyoroti Udinese yang gagal menciptakan banyak peluang mencetak gol, sementara gol pertama Torino tercipta dari situasi bola mati, menunjukkan kesulitan tim dalam menemukan sasaran.
Saat jumpa pers, Runjaic mengutarakan keinginannya untuk menjaga kebersamaan tim dan saling mendukung untuk mengatasi momen sulit. Ia meminta para pemain untuk tetap termotivasi dan tidak berkecil hati dengan kekalahan tersebut, serta menggarisbawahi pentingnya menjaga semangat tetap tinggi.
Hasil akhir membuat Udinese tanpa poin, dan Torino menambah satu poin di klasemen mereka. Meski kalah, Runjaic meminta para fans dan pemain untuk tetap menatap ke depan, mengingatkan bahwa tim harus terus bekerja untuk berkembang dan mendapatkan kembali performa terbaiknya.
Pertandingan Udinese berikutnya menjanjikan krusial untuk kembali ke jalur peringkatnya. Sang pelatih bermaksud menganalisis titik-titik lemah yang muncul pada laga melawan Torino dan merencanakan strategi yang diperlukan untuk kembali berdaya saing di laga-laga berikutnya.
