Erik tenHag, mantan manajer Setan Merah, telah mengonfirmasi bahwa Manchester United bisa terdegradasi dari Liga Premier musim ini, mengatakan kepada ESPN bahwa kemungkinan itu "tentu saja nyata". Pernyataannya muncul setelah kekalahan 2-0 melawan Chelsea di Stamford Bridge, yang mendorong klub tersebut ke posisi 17 klasemen, tepat di luar zona degradasi. Meski mendapat hasil terbaru, selisih gol masih tetap menguntungkan United, namun tekanan terhadap manajer Michael Carrick meningkat pesat.
Klub yang belum pernah terdegradasi ke Championship sejak 1974 itu masih punya waktu beberapa bulan untuk mencoba kembali ke jalurnya. Namun, situasi saat ini tidak menunjukkan adanya perbaikan dalam waktu dekat. Pertandingan berikutnya melawan AstonVilla dan Liverpool sangat penting untuk harapan bertahan hidup. United mengalami musim yang beragam: musim pertama TenHag berakhir di posisi ketiga, sementara musim 2023-24 membawanya ke posisi kedelapan, sebelum pemecatannya pada November 2024, ketika klub itu duduk di posisi ke-14. Meski kalah di Piala Carabao dan Piala FA, manajer asal Belanda itu menggarisbawahi sulitnya bersaing dengan tim terkuat di Liga Inggris yang memiliki sumber daya dan bakat luar biasa.
TenHag juga menyatakan penyesalannya atas kepergiannya dari klub, dengan mengatakan waktunya di Old Trafford “cukup bagus”. Ia mengingat kembali bahwa, sebelum kedatangannya, klub belum pernah memenangkan satu trofi pun dalam enam tahun terakhir, dan memuji keberhasilan mereka baru-baru ini: enam penampilan di Wembley, dua final Piala FA, dua trofi yang diraih, dan finis di peringkat ketiga. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa Liga Premier sangat kompetitif dan periode sulit bisa berubah menjadi masalah serius.
Masa depan Manchester United masih belum pasti. Dengan pertandingan berikutnya melawan AstonVilla, manajemen klub harus memutuskan apakah akan mengambil tindakan drastis untuk menghindari degradasi atau mencoba mengkonsolidasikan tim untuk musim berikutnya. Tekanan terhadap para pemain dan manajemen sangat terasa, dan setiap hasil akan dianalisis dengan sangat hati-hati. Untuk saat ini, tim harus fokus pada pertandingan berikutnya untuk berusaha keluar dari zona bahaya dan menyelamatkan posisinya di Liga Inggris.