Penandatanganan Álvaro Arbeloa untuk Fulham telah menimbulkan kekhawatiran yang semakin besar di dalam klub London tersebut, menurut surat kabar Inggris *The Telegraph*. Sejak kedatangannya, mantan bek Real Madrid ini mendapat kritik baik dari manajemen maupun pemain, yang mempertanyakan pengalaman dan metode kerjanya.
Fulham, yang berada di dasar klasemen Liga Inggris dengan hanya dua poin, melihat kepercayaan terhadap Arbeloa terkikis. Pejabat klub menyatakan keraguannya mengenai kemampuannya mengelola tim papan atas Inggris, mengklaim kurangnya pengalaman di Liga Premier bisa jadi disebabkan oleh kesalahan penandatanganan. Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan persepsi bahwa pelatih gagal membentuk gaya permainan yang koheren.
Para pemain juga merasa tidak puas. Seperti yang terungkap, skuad mengkritik filosofi ofensif yang coba diterapkan Arbeloa, dengan alasan bahwa pendekatan agresifnya membuat tim rentan dalam pertahanan. Para pemain mengklaim bahwa hasil dari taktik ini tercermin dalam kebobolan gol di menit-menit akhir pertandingan, sehingga membuat tim kehilangan poin berharga. Selain itu, dilaporkan bahwa beberapa anggota kelompok membocorkan informasi kepada pers tentang kualitas sesi latihan, membandingkannya dengan yang dilakukan Marco Silva, mantan pelatih Tottenham.
Sang pelatih telah mencoba untuk membenarkan pendekatannya, namun kurangnya hasil dan meningkatnya tekanan telah membuat posisinya berada di ujung tanduk. Kombinasi skuad yang kurang nyaman dengan gayanya dan kurang percaya diri dari pihak manajemen menciptakan suasana ketidakpastian yang mengancam akan mempengaruhi performa tim di laga mendatang.
Dengan Fulham yang berjuang menghindari degradasi, situasi Arbeloa menjadi semakin kritis. Jika keraguan masih ada dan performa tidak membaik, klub mungkin terpaksa mempertimbangkan pergantian kepemimpinan sebelum musim berakhir. Sementara itu, fans dan media terus mencermati perkembangan di ruang ganti, berharap ada resolusi yang bisa menstabilkan tim di klasemen.