Milan mengkonsolidasikan posisi mereka sebagai tempat ketiga di Serie A dengan kemenangan meyakinkan 2-0 melawan Udinese, yang dimainkan di Udine. Pertandingan ditentukan oleh gol Christian Pulisic yang mencetak gol di babak pertama dan Davide Hutchinson yang menyelesaikan babak kedua. Dengan kemenangan ini, tim Rossoneri tetap tak terkalahkan setelah delapan pertandingan liga, menjaga selisih empat poin dari dua posisi teratas yang ditempati Inter dan Lazio, serta berbagi poin dengan Roma.
Pilihan formasi Pelatih Jorge Amorim menimbulkan kejutan tetapi terbukti menjadi keputusan kemenangan. Meski sempat absen delapan kali penting, Milan menunjukkan permainan terorganisir dan pertahanan solid, mampu mengendalikan laju pertandingan dan memanfaatkan peluang yang tercipta. Tim menunjukkan mampu mengatasi tekanan dan menjaga daya saing sejak awal pertandingan.
Usai pertandingan, Amorim mengungkapkan kepuasannya terhadap kinerja para pemain dan arah yang diambil tim. Ia menggarisbawahi pentingnya bersikap kompetitif sejak awal dan menjamin masa depan klub, meski ada kesulitan terkait dengan cedera. Sang pelatih menegaskan kembali bahwa perannya tidak hanya untuk menang, tetapi juga mempersiapkan tim menghadapi tantangan masa depan, termasuk mengelola jendela transfer Januari. Ia juga menyoroti perlunya terus bekerja pada berbagai aspek permainan, sambil tetap bangga dengan hasil yang dicapai sejauh ini.
Milan dengan posisi klasemen saat ini harus terus fokus menangani cedera dan mengoptimalkan tim untuk laga selanjutnya. Manajemen teknis yang dipimpin oleh Amorim tampaknya telah menemukan kombinasi taktik dan motivasi yang tepat untuk membawa klub menuju puncak klasemen, dengan tujuan menutup musim dengan hasil yang lebih ambisius.