Paris Saint-Germain dinobatkan sebagai juara Ligue 1 setelah mengalahkan Olympique Lyonnais 2-0 di Parc des Princes, pada hari kedelapan musim ini. Kemenangan yang ditentukan di babak kedua berkat gol Mayulu dan Godts mengukuhkan posisi tim besutan Luis Enrique di puncak klasemen dengan 17 poin dan selisih satu poin atas Rennes.
Pertandingan dimulai dengan PSG mendominasi permainan. Meski tidak diperkuat Dembélé, Kvaratskhelia, Marquinhos atau Nuno Mendes, tim Paris tetap memegang kendali berkat penampilan aktif Doué, yang menghasilkan beberapa serangan berbahaya ke area penalti. Namun Lyon menunjukkan perlawanan dan mendapat beberapa peluang, termasuk sundulan Niakhaté yang memaksa PSG menggunakan Safonov di pertahanan. Ferran Torres juga punya peluang bagus, tapi kiper Greif tampil solid.
Di babak kedua, PSG mencoba memperlebar keunggulan. Beberapa menit kemudian, Joao Neves hendak mencetak gol lewat tendangan sepedanya, namun tendangannya masih melambung. Ferran Torres kembali menciptakan bahaya dengan tembakan tanpa tanda dan umpan silang, yang dihentikan oleh Greif. Doué pun berkontribusi lewat umpan silang yang berhasil dihalau kiper. Lyon, pada bagiannya, terus mengancam dengan sundulan Niakhaté setelah permainan Safonov.
Gol pertama pertandingan ini terjadi pada menit ke-72, ketika Mayulu yang baru saja memasuki lapangan melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang membentur tiang, menandai gol pertamanya musim ini. Dua menit kemudian, Godts melengkapi kemenangan dengan tembakan kuat yang memastikan skor akhir 2-0. Pergantian Luis Enrique, yang menggantikan Neves dengan Godts dan memasukkan Mayulu dan Lucas, sangat menentukan, karena kedua pemain mencetak gol.
Dengan hasil tersebut, PSG tetap berada di puncak klasemen dengan 17 poin, unggul satu poin dari Rennes. Tim asuhan Luis Enrique melaju ke fase berikutnya dengan rentetan lima kemenangan beruntun di Ligue 1, sementara Olympique Lyonnais tersingkir dari zona kepemimpinan. Pertandingan PSG berikutnya akan dimainkan pada hari Senin, setelah pertandingan ditunda karena protes di Prancis, dan tim akan berusaha untuk terus mengkonsolidasikan dominasinya di kompetisi tersebut.