Roma mengakhiri laga melawan Genoa dengan skor 2-0, mengukuhkan posisi terdepan di Serie A. Kemenangan itu diraih berkat dua gol Castro yang mencetak gol pada menit ke-50 dan 68, serta gol kedua Lulli yang memperlebar keunggulan pada menit ke-78. Hasil tersebut membuat tim Roma bisa menjaga selisih tiga poin dari peringkat kedua, Inter, dan memantapkan posisinya di puncak klasemen.
Pelatih Gian Piero Gasperini menurunkan Roma dengan formasi 3-4-2-1, dengan Gollini di bawah mistar gawang dan bek Balerdi, Ndicka, dan Koulierakis. Di lini tengah, tim mengandalkan Lulli, de Roon dan Pisilli, sedangkan di lini serang ada Rensch dan Castro. Di penghujung pertandingan, tim melihat Vasquez, De Marzi, Molina, Mancini, Arena, Camara, Paratici dan Ghilardi memasuki lapangan. Genoa, sebaliknya, bermain dalam formasi 3-4-2-1, dengan Bijlow sebagai penjaga gawang dan bek Marcandalli, Ostigard dan Vasquez. Di lini tengah, tim mengandalkan Ellertsson, Wiafe dan Frendrup, sementara di lini serang ada Puczka, Messias dan El Shaarawy. Di akhir pertandingan, tim melihat Sommariva, Stolz, Mitaj, Baldanzi, Klisys, Drameh, Sabelli, Messias, Traoré dan Otoa memasuki lapangan.
Hasil tersebut membuat Roma tetap mempertahankan posisi puncak klasemen, dengan jarak tiga poin dari peringkat kedua, Inter. Genoa, sebaliknya, kehilangan peluang untuk mendekati peringkat pertama dan mendapati diri mereka berada di peringkat ketiga. Hasil tersebut pun membuat Roma tetap mempertahankan posisi puncak klasemen, dengan jarak tiga poin dari peringkat kedua, Inter. Genoa, sebaliknya, kehilangan peluang untuk mendekati peringkat pertama dan mendapati diri mereka berada di peringkat ketiga.
Hasil tersebut pun membuat Roma tetap mempertahankan posisi puncak klasemen, dengan jarak tiga poin dari peringkat kedua, Inter. Genoa, sebaliknya, kehilangan peluang untuk mendekati peringkat pertama dan mendapati diri mereka berada di peringkat ketiga. Hasil tersebut pun membuat Roma tetap mempertahankan posisi puncak klasemen, dengan jarak tiga poin dari peringkat kedua, Inter. Genoa, sebaliknya, kehilangan peluang untuk mendekati peringkat pertama dan mendapati diri mereka berada di peringkat ketiga.
