Feyenoord memulihkan pertandingan melawan Como pada menit ke-52 babak kedua, membawa hasil 2-1. Gol Moussa, yang dicetak dengan tembakan tepat ke tiang dekat, membawa klub Belanda itu unggul, sedangkan upaya terakhir Sanchez yang membentur tiang menjadi harapan terakhir tim tamu.
Laga diawali dengan energi gamblang dari Como yang langsung merespons aksi Diao yang mencetak gol pertama di laga tersebut. Namun, tak lama setelah jeda, Feyenoord dengan cepat menyamakan kedudukan berkat upaya tim yang terorganisir dengan baik, dengan gol dari Diarra membuat pertandingan kembali menjadi 1-1. Como mencoba bangkit, tetapi serangkaian kesalahan pertahanan membuat Feyenoord mempertahankan keunggulannya.
Di babak kedua, tempo meningkat dan Feyenoord menunjukkan determinasi lebih besar. Moussa, dengan penguasaan bola yang sempurna, menciptakan situasi yang sangat berbahaya dan menyelesaikannya dengan tembakan tepat ke arah tiang, membuat skor menjadi 2-1. Gol tersebut memberi Feyenoord keunggulan krusial, namun Como terus kesulitan, dan sang manajer berusaha mencari solusi untuk membalikkan keadaan.
Momen paling dramatis terjadi pada menit ke-82, ketika Feyenoord memperbesar keunggulannya dengan gol menjadi 3-1. Namun, Como kebobolan gol bunuh diri Sanchez yang tidak disengaja, yang membatalkan keunggulan dan membuat skor akhir menjadi 3-1. Peristiwa ini menambah unsur ketidakpastian dalam pertandingan, namun Feyenoord berhasil mempertahankan posisi dominannya hingga waktu normal berakhir.
Dengan kemenangan ini, Feyenoord mengkonsolidasikan posisi mereka di tabel liga, sementara Como harus merenungkan penampilan dan keputusan taktis mereka. Skor akhir 3-1 pada menit ke-82 membuat Feyenoord unggul signifikan, namun Como menunjukkan bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk menciptakan peluang berbahaya, meski gagal mengubahnya menjadi gol. Laga berakhir dengan Feyenoord memimpin, namun Como berpeluang bangkit di laga berikutnya.
