Benfica kembali ke jalur kemenangan setelah kekalahan melawan Porto di laga klasik Lisbon. Pada hari kedelapan Liga Primeira, tim Lisbon mengalahkan Vitória de Guimarães dengan skor 2‑0, sehingga memulihkan posisi kedua dalam tabel dengan 19 poin, tertinggal lima poin dari pemimpin dan juara, Porto, dan hanya satu poin di atas Sporting.

Laga tersebut dimainkan dengan kebanggaan Benfica yang terluka, yang sempat kalah 3-1 dari rival terbesarnya sebelum jeda internasional. Tim Lisbon menunjukkan serangan yang mencekik di babak pertama, dan tekanan tersebut diterjemahkan menjadi gol awal. Pemain asal Swedia Samuel Dahl membuka skor pada menit ke-24 setelah kombinasi dengan pemain Yunani Vangelis Pavlidis, membawa Benfica unggul sebelum turun minum.

Di babak kedua, dominasi tim Lisbon mereda, sehingga Vitória de Guimarães bisa berkembang di lapangan. Meski mendapat tekanan dari sang rival, serangan Vitória tidak menimbulkan bahaya nyata bagi gawang "elang", dan hasilnya tetap berpihak pada Benfica. Keunggulan tersebut semakin kokoh pada menit ke-75, ketika pemain Ukraina Georgiy Sudakov mencetak gol kedua dengan bantuan pemain Argentina Gianluca Prestianni dan Claudio Echeverri. Prestianni melakukan umpan silang dari sayap kiri, Echeverri menyelesaikannya dan Sudkov menyelesaikannya dengan tembakan mendatar, memastikan kemenangan dan pemulihan posisi kedua.

Dengan kemenangan tersebut, Benfica mengoleksi 19 poin di klasemen, tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen Porto dan unggul satu poin dari Sporting. Hasil tersebut menghidupkan kembali harapan para pendukung Lisbon bahwa tim dapat terus bersaing di puncak klasemen dan menjaga tekanan pada sang pemimpin. Tantangan Benfica selanjutnya adalah mengkonsolidasikan posisinya dan mengupayakan kesinambungan dalam perebutan gelar.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita