Manchester City mengalami kekalahan telak saat menjamu Paris Saint‑Germain, dengan skor akhir 2‑0. Bek MarcGuehi mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut, namun juga menyoroti aspek positif dari babak kedua. Secara khusus, Guehi menyoroti meski babak pertama kritis, tim berhasil membalikkan keadaan di babak kedua, menjadi lebih agresif dan memenangkan banyak duel.
Di babak pertama, menurut sang bek, seharusnya tim bisa tampil lebih baik. Guehi mengindikasikan bahwa dua gol pertama yang kebobolan merupakan hasil dari peningkatan agresivitas PSG yang memenangkan banyak duel individu dan membangun fondasi golnya. “Kami kebobolan dua gol karena kurang solid dan tidak menguasai duel individu,” kata Guehi merujuk pada laga babak pertama.
Namun di babak kedua, dinamika berubah. Guehi mencatat City semakin agresif, memenangkan lebih banyak duel dan mendapatkan momentum. “Kami memenangkan lebih banyak duel dan itu memberi kami energi untuk mencoba mencetak gol,” jelasnya. Meski kalah, sang pemain menggarisbawahi pentingnya dukungan para suporter yang mendukung tim sepanjang pertandingan. “Dukungan mereka luar biasa. Semua orang tahu kalau kita terus berjuang, kita bisa mencapai sesuatu,” imbuhnya.
Guehi juga mengungkapkan harapannya untuk belajar dari pengalaman dan memberikan penampilan yang lebih baik di pertandingan mendatang. “Saya kira ini baru tahap awal kompetisi. Mudah-mudahan kita bisa belajar dari apa yang terjadi dan memberikan penampilan lebih baik di laga-laga berikutnya,” tutupnya. Oleh karena itu, Manchester City sedang bersiap untuk meninjau kembali strateginya untuk memulihkan kondisi di pertandingan berikutnya.
