Sassuolo bermain imbang 1-1 dengan Milan, memperoleh satu poin yang menurut pelatih Alberto Aquilani mewakili tanda pertumbuhan dan soliditas pertahanan. Laga yang dilangsungkan di Stadion Mapei ini memperlihatkan bagaimana tim besutan Aquilani berhasil membendung lawan yang lebih kuat dari segi kualitas dan pengalaman, tanpa harus mengorbankan identitas bermainnya sendiri.

Di babak pertama, Milan mendapat beberapa peluang mencetak gol, khususnya di penghujung babak pertama ketika ArijanetMuric terus menekan Sassuolo dengan intervensi yang menentukan. Kiper Maignan pun berperan krusial dalam menyelamatkan situasi di area Rossoneri. Oleh karena itu, pergantian permainan Milan sesuai dengan ekspektasi, namun pertandingan berubah menjadi krusial pada menit ke-63, ketika gelandang Rabiot mencetak gol pembuka untuk Milan. Tim Rossoneri tampak nyaris meraih kemenangan, namun Sassuolo langsung bereaksi.

Lima menit kemudian, CasOdenthal menyamakan keunggulan Milan, memanfaatkan tendangan sudut Laurienté dan menemukan dirinya berada di tempat yang tepat untuk mencetak gol. Reaksi cepat Neroverdi patut dipuji: dalam lima menit mereka membawa pertandingan kembali imbang tanpa menimbulkan perselisihan atau tuduhan bersalah. Tim asuhan Aquilani menunjukkan bahwa mereka bisa tetap tenang dan tidak membiarkan diri mereka terbebani oleh tekanan yang ada saat ini.

Meski pertandingan tersebut bukan versi terbaik Sassuolo yang disaksikan di Mapei, namun tim menunjukkan kematangan. Secara khusus, neroverdi datang ke pertandingan ini dengan enam pertandingan berturut-turut di mana mereka masing-masing mencetak setidaknya dua gol, dan kali ini mereka menghasilkan lebih sedikit, namun hasilnya tetap positif. Raihan satu poin dianggap sebagai tanda ketangguhan, Sassuolo mampu tetap kompak dan memanfaatkan momen yang tepat melawan tim papan atas.

Gol Thorstvedt yang dianulir pada akhirnya meninggalkan sedikit penyesalan, namun hasil keseluruhannya tetap baik. Aquilani menggarisbawahi bahwa tim sedang belajar untuk melawan dan mengelola tantangan melawan tim-tim besar, dan menunjukkan pertumbuhan yang konstan. Dengan hasil ini, Sassuolo semakin mendekati jalur konsolidasi, sementara Milan harus mempertimbangkan kembali strateginya untuk memulihkan posisinya di klasemen. Pertandingan tersebut menyoroti bahwa, terkadang, kemampuan untuk menderita dan tetap bersatu sama pentingnya dengan kemampuan untuk menang.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita