Arsenal mematahkan kutukan Anfield selama 14 tahun pada hari Minggu, mengalahkan Liverpool 1‑0 dalam pertandingan yang oleh banyak pakar digambarkan sebagai kelas master pertahanan. Kai Havertz membuka skor di babak pertama dan The Gunners bertahan untuk mengamankan kemenangan pertama mereka di tim Mersey sejak 2012, ketika Mikel Arteta masih berstatus pemain. Kemenangan tersebut, yang diraih dengan lini belakang yang disiplin dan satu gol yang menentukan, menggarisbawahi reputasi Arteta yang semakin meningkat atas ketajaman taktis dan mentalitas juara.
Liverpool mendominasi babak pertama, melakukan tekanan tinggi dan menciptakan banyak peluang, namun mereka gagal mencetak gol untuk pertama kalinya di pertandingan kandang sejak musim 2015-16. Pertahanan Arsenal yang dipimpin oleh jangkar lini tengah Declan Rice mampu meredam serangan The Reds dan menjaga tembakan lawan tidak tepat sasaran. Rice kemudian merefleksikan kinerjanya, dengan mengatakan bahwa kekompakan dan ketahanan yang ditunjukkan klub belum pernah terjadi sebelumnya. Dia juga dipilih oleh mantan bek Liverpool Jamie Carragher, yang memuji gelandang tersebut sebagai “kelas dunia” dan menyoroti perannya dalam fase bertahan dan menyerang dalam permainan.
Soliditas pertahanan The Gunners terlihat jelas dalam statistik: mereka memenangkan 18 pelanggaran, dengan Jurrien Timber, Martin Ødegaard dan Noni Madueke masing-masing seri tiga kali. Ezri Konsa mengklaim seluruh delapan duel yang ia ikuti, dan upaya kolektif tim mencegah Liverpool menciptakan peluang bersih. Arteta mencatat bahwa Arsenal telah memenangkan 81 persen pertandingan liga di mana mereka membuka skor, sebuah rekor yang menunjukkan kemampuan mereka untuk mempertahankan keunggulan. Ia menekankan komitmen setiap pemain terhadap tujuan tim dan pentingnya kemenangan bagi narasi sejarah klub.
Mantan manajer Liverpool Gary Neville menggambarkan penampilan tersebut sebagai “kelas master dalam bertahan,” membandingkan kekompakan Arsenal dengan tim Mourinho. Kemenangan tersebut juga menjadi tonggak sejarah bagi klub untuk mempertahankan gelar karena Arsenal telah tampil sesuai rencana Arteta dalam sembilan pertandingan pertama musim ini. Kemenangan di Anfield diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri menjelang sisa pertandingan dan semakin memperkuat status Arteta sebagai kekuatan taktis di Liga Premier.
