Pepe Mel, mantan pelatih tim seperti Betis, Deportivo, Las Palmas dan Málaga, berada di Unit Perawatan Intensif (ICU) di Seville setelah menderita stroke pada hari Minggu. Menurut sumber dari klub Betic dan agensi EFE, pelatih Madrid berusia 63 tahun itu berhasil menjalani operasi di Rumah Sakit Universitas Seville, meski ia masih dalam pengawasan medis sambil menunggu perkembangannya.
Stroke terjadi dini hari dan tim dokter dari Seville segera melakukan intervensi. Operasi yang dinilai sukses ini berupaya memulihkan sirkulasi darah dan meminimalkan kerusakan otak. Meski telah dilakukan intervensi, kondisi Mel masih kritis dan kesembuhannya akan bergantung pada respons tubuhnya terhadap intervensi dan perawatan intensif yang diterapkan.
Pepe Mel memiliki karir yang luas sebagai pelatih di Divisi Pertama dan Kedua, mengarahkan klub-klub seperti Murcia, Tenerife, Getafe, Alavés, Rayo Vallecano, Deportivo La Coruña, Las Palmas, Málaga dan Almería. Kariernya telah membawanya menjadi salah satu pelatih paling terkenal di sepak bola Spanyol, meski dalam beberapa tahun terakhir ia tanpa kontrak setelah menyelesaikan tahap terakhirnya sebagai pelatih Betis.
Klub Betic menjaga kerahasiaan mengenai status kesehatan mantan pelatih tersebut, namun telah mengonfirmasi bahwa ia menerima perawatan khusus di ICU. Keluarga dan teman-teman Mel telah menyatakan dukungan dan doa mereka, sementara komunitas sepak bola telah menunjukkan solidaritasnya terhadap sang pelatih, mengingat karir dan kontribusinya terhadap olahraga.
Masa depan Pepe Mel akan bergantung pada perkembangan kesehatannya dan hasil tes medis yang akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang. Tim-tim yang pernah ia latih di masa lalu dan para pengikutnya berharap mantan pelatih itu pulih dan dapat kembali beraktivitas olahraga, meski situasinya masih belum menentu. Klub dan keluarga Mel diperkirakan akan melaporkan perkembangan signifikan apa pun dalam beberapa hari mendatang.