Lazio, dengan lima kemenangan dan sekali imbang dalam enam pertandingan pertama, mengejutkan semua orang dengan penampilan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Klub Biancoceleste, sebelum musim ini, belum pernah meraih hasil serupa di Serie A, dan kini berada di puncak klasemen, setara dengan Inter. Tim asuhan Simone Gattuso menunjukkan performa dominan, terutama dalam kemenangan 3-1 atas Monza, di mana mereka menampilkan permainan menyerang dan pertahanan yang solid.
Pada laga melawan Monza, gol pembuka dicetak oleh Tavares dengan tendangan kaki kiri yang bertenaga, disusul gol kedua Isaksen yang juga membentur tiang. Gol ketiga tercipta berkat kilasan Pinamonti yang mencetak gol perdananya dengan seragam baru. Absennya Lucchesi, yang tersingkir pada menit ke-35, memperkecil keunggulan numerik tim, namun Gattuso mampu memanfaatkan peluang sebaik-baiknya untuk menjamin kemenangan. Laga diwarnai momen tensi, terutama pasca kontak antara Tavares dan Birindelli yang berujung kartu merah bagi si merah putih, namun wasit tidak memberikan hukuman apa pun.
Pelatih Gattuso menyoroti pertumbuhan pemainnya dengan menyebut Mandas, Noslin, Belayane, Tavares, dan Isaksen sebagai contoh regenerasi. Permainan efektif dan menghibur tim tunjukkan berkat kepemimpinan Gattuso yang selalu berusaha memotivasi para pemainnya untuk memberikan yang terbaik. Masa lalu Gattuso, khususnya pengalamannya bersama timnas, menjadi acuan tim, dan ia mengenang luka emosional pertandingan melawan Bosnia yang membuatnya tidak bisa tidur selama berbulan-bulan.
Meski musim baru saja dimulai, Lazio tampaknya sudah menemukan kombinasi tepat antara bakat dan disiplin. Gattuso telah menunjukkan bahwa dirinya siap memimpin tim menuju masa depan yang sukses, dan tekadnya terlihat jelas di setiap pertandingan. Dengan masih berlangsungnya Serie A, Lazio siap melanjutkan laju mereka ke puncak, sementara para pendukungnya menantikan tantangan berikutnya.
