Empat pertandingan kandang Shakhtar Donetsk di Liga Champions musim ini akan dilangsungkan di StamfordBridge London, sebuah langkah yang telah mengubah ibu kota Inggris menjadi titik berkumpul bagi warga Ukraina yang menjadi pengungsi akibat perang. Penggemar klub, yang banyak di antaranya meninggalkan Donetsk setelah invasi yang didukung Rusia pada tahun 2022, kini berkumpul di West Midlands untuk menonton tim mereka, dengan tiket tandang Crystal Palace terjual habis dalam waktu satu jam ketika tiket mulai dijual untuk semifinal Liga Konferensi Europa musim sebelumnya.

Keputusan untuk mengadakan pertandingan di StamfordBridge didorong oleh kebutuhan akan tempat yang aman setelah stadion milik Donetsk mengalami kerusakan akibat bom dan tim muda dan putri klub terpaksa pindah ke bagian yang lebih aman di Kyiv. Kepala eksekutif SergeiPalkin menjelaskan bahwa bermain di London memungkinkan Shakhtar untuk “mengirim pesan dan mengingatkan orang-orang tentang apa yang sedang terjadi” sambil menyediakan lingkungan yang aman bagi para pemain dan staf di tengah serangan yang sedang berlangsung. Tim U-12 sudah pindah ke wilayah yang lebih aman di Kyiv, dan serangan pesawat tak berawak baru-baru ini mengganggu pertandingan tim putri, sehingga semakin menegaskan ketidakpastian yang menyelimuti tim.

Bagi para penggemar, pertandingan di London lebih dari sekedar kesempatan untuk menyaksikan sepak bola. ArtemGenne, mantan penduduk Donbas yang sekarang tinggal di West Midlands, mengatakan bahwa melihat sesama warga Ukraina mengenakan seragam Shakhtar “memberi Anda perasaan seperti di rumah sendiri dan harapan.” Dia mencatat bahwa atmosfer di stadion bebas dari agresi, dengan para pendukung bertepuk tangan dan saling tos. Genne juga menyoroti persatuan di antara para pendukung Ukraina, bahkan mereka yang secara tradisional mendukung klub rival seperti Dynamo Kyiv, yang kini berdiri bersama di London untuk mewakili negara mereka.

Penjualan tiket mencerminkan kuatnya kehadiran diaspora di Inggris, tempat sekitar 265.000 warga Ukraina mencari perlindungan. Ketika Shakhtar bermain melawan Arsenal di Liga Champions 2024‑25, alokasi klub terjual habis dalam waktu satu jam, dan pola yang sama diperkirakan terjadi pada pertandingan di StamfordBridge. Para penggemar juga akan menonton pertandingan di pub-pub di seluruh negeri, menciptakan suasana “keluarga besar” yang melampaui persaingan antar klub. Klub berencana menggunakan kesempatan ini untuk berinteraksi dengan anak-anak Ukraina di London, membawa mereka ke sesi latihan dan menghubungkan mereka dengan tim.

Kehadiran Shakhtar di London juga memiliki tujuan yang lebih luas: menjaga Ukraina tetap terlihat di panggung dunia pada saat sebagian besar berita dari negara tersebut bersifat negatif. “Itu berarti satu pesan: bahwa kita hidup, Ukraina terus berjuang, terus bekerja, terus hidup dan terus bersaing,” kata Palkin. Klub berharap pertandingan ini tidak hanya menghibur namun juga menggalang dana untuk perbekalan di negaranya, dengan konser dan acara penggalangan dana sudah direncanakan untuk mendukung perlengkapan dan peralatan medis bagi mereka yang masih berada di Ukraina.

BBC SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita