Lazio asuhan Gennaro Gattuso terus mengejutkan para penggemar sepak bola, dengan hasil yang dibicarakan bahkan di luar kejuaraan. Setelah kemenangan spektakuler atas Mapei, di mana tim mencetak enam gol melawan Sassuolo meski dua kali gagal mengeksekusi penalti, sang pelatih terbukti menjadi sosok kunci di awal musim. Mantan bek Biancoceleste Giuseppe Pancaro, yang kini menjadi anggota manajemen, mengungkapkan kekagumannya terhadap tim dan atas kerja yang dilakukan sang pelatih.
Pancaro menggarisbawahi betapa pentingnya Gattuso tidak hanya untuk performa di lapangan tetapi juga untuk konstruksi skuad. “Gattuso adalah arsitek utama awal musim ini,” katanya, menyoroti kemampuannya untuk mengubah tim menjadi mesin gol yang sesungguhnya. Menurut Pancaro, Lazio paling seru sejak periode Scudetto Simone Inzaghi, ketika tim kerap unggul sebelum kejuaraan dihentikan karena pandemi.
Sang manajer juga mengomentari persepsi Gattuso di Serie A, menyebutnya sebagai "pelatih yang paling diremehkan". “Gattuso adalah sosok yang sangat cerdas, rendah hati, dan selalu siap mempertanyakan diri sendiri,” jelas Pancaro memuji dedikasi sang pelatih yang membuahkan hasil luar biasa. Analisis Pancaro kemudian diperluas ke Milan asuhan Amorim, di mana kesannya positif terhadap skuad tetapi negatif karena kurangnya identitas tim setelah empat bulan bekerja.
Sedangkan bagi Inter, Pancaro mengakui keunggulan mereka, namun menekankan perlunya mencari obat atas kebobolan gol. “Inter adalah tim terkuat dan favorit untuk meraih scudetto, namun mereka harus menyelesaikan masalah kebobolan gol,” ujarnya. Ia juga menggarisbawahi bahayanya Roma, yang bisa bersaing memperebutkan gelar jika mereka terus terpikat sampai akhir, dan mengungkapkan harapan bahwa Lazio bisa meniru dongeng Leicester asuhan Ranieri.
Singkatnya, Lazio asuhan Gattuso terbukti menjadi tim yang sedang naik daun, dengan pelatih yang mengubah tim menjadi mesin gol yang sesungguhnya. Pancaro, dengan pengalaman dan visinya, menegaskan bahwa Lazio adalah yang paling menarik sejak tahun 2000, dan masa depan tim terlihat menjanjikan, dengan prospek untuk terus memberikan kejutan baik di Serie A maupun kompetisi Eropa.