AC Milan dengan telak mengalahkan Red Bull Salzburg di hari kedua penyisihan grup Liga Europa, dengan skor 4‑0 yang mengukuhkan posisi Italia di tabel kompetisi. Kemenangan tersebut ditandai dengan hat-trick striker muda Alphadjo Cissé yang menjadi pemain termuda Italia yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di kompetisi utama Eropa.
Laga yang dilangsungkan pada 15 Oktober pukul 18:45 CEST di Salzburg Stadium ini merupakan duel ala Champions League yang mana Milan tidak perlu khawatir untuk mengamankan keunggulannya. Gol pertama tercipta pada menit ke-12 ketika permainan dari sayap kanan diakhiri dengan umpan silang dari Hutchinson yang diselesaikan Cissé dengan sundulan akurat. Hanya beberapa menit kemudian, penyerang berusia 19 tahun itu memperbesar keunggulan dengan gol kedua, memanfaatkan umpan dari Bartesaghi dan sundulan yang berhasil masuk ke gawang.
Milan terus menekan dan Cissé kembali tampil di papan skor pada menit ke-34, setelah menerima umpan silang Rabiot yang dikonversi sang striker dengan tendangan kaki kanan. Dengan tim dalam kedudukan 3‑0, Milan tidak ketinggalan satu pukulan pun dan pada menit ke-47 menambah gol keempat berkat pemulihan yang dilakukan Jashari di area Salzburg dan tembakan tepat dari Gonçalo Ramos dengan kaki kirinya. Hasil akhir membuat tim besutan Amorim mengalami kekalahan tanpa gol.
Pelatih Salzburg Jorge Amorim memasukkan beberapa pemain kunci pada babak kedua, termasuk Luka Modric yang kembali tampil sebagai pemain pengganti, serta Christian Pulisic dan Gonçalo Ramos. Meski mengalami perubahan, tim Austria tak mampu membalikkan keadaan dan Milan tetap dominan hingga akhir pertandingan.
Dengan kemenangan ini, AC Milan tetap mempertahankan kepemimpinannya di tabel penyisihan grup, sementara Red Bull Salzburg tertinggal tanpa gol yang memaksanya untuk mencari poin dalam beberapa hari mendatang. Hat-trick Cissé tidak hanya memberi Milan keunggulan di kompetisi ini, tetapi juga menandai tonggak sejarah pribadi bagi striker muda tersebut, yang kini memegang rekor usia minimum tertua dalam sejarah kompetisi Eropa dengan mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.
