Manchester United dilaporkan sedang menjajaki perubahan kepemimpinan karena masa depan pelatih kepala Michael Carrick berada dalam ketidakpastian. Setelah kekalahan 3-0 dari Bournemouth di Old Trafford pada hari Minggu, posisi klub yang sudah genting semakin memburuk, memicu spekulasi bahwa klub mungkin akan melihat lebih jauh dari Carrick untuk mendapatkan manajer baru.
Kekalahan dari Bournemouth menandai kemunduran besar kedua dalam lima hari bagi United. Tim telah menderita kekalahan 4-1 dari Como di Liga Champions pada hari Rabu, dan hasil gabungan tersebut membuat klub delapan pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan di semua kompetisi. Dengan tabel Liga Premier sekarang menunjukkan United di peringkat 16, hanya satu poin di atas zona degradasi, tekanan terhadap Carrick semakin meningkat.
Sumber yang berbicara kepada ESPN mengatakan United sedang mengevaluasi sejumlah kandidat. Mantan manajer Newcastle United Eddie Howe dan mantan pelatih Jerman Julian Nagelsmann, keduanya saat ini tidak memiliki klub, termasuk di antara mereka yang dipertimbangkan. Awal musim panas ini, klub berdiskusi dengan mantan bos Ipswich Town Kieran McKenna, namun akhirnya memilih untuk mempertahankan Erik ten Hag. Antonio Conte, yang meninggalkan Napoli musim panas lalu, juga dikabarkan terbuka untuk melakukan pembicaraan jika didekati. Klub dilaporkan telah melakukan uji tuntas terhadap beberapa pelatih sebelum menawarkan kontrak dua tahun kepada Carrick pada bulan Mei, menyusul kesuksesan masa jabatan sementaranya.
Carrick, yang ditunjuk setelah kepergian Ole Gunnar Solskjaer, mengungkapkan ketidakpastian mengenai masa depannya. “Saya sangat memahami situasinya,” katanya setelah kekalahan dari Bournemouth. "Sejujurnya, saya tidak mengharapkan sesuatu yang khusus. Tetap berjalan seperti biasa." Ia tetap tenang dan mengisyaratkan akan terus fokus pada performa tim.
Jika United memutuskan untuk berpisah dengan Carrick, langkah klub selanjutnya adalah menyelesaikan penunjukan manajer baru sebelum akhir musim. Keputusan tersebut akan sangat penting dalam menentukan apakah tim dapat keluar dari zona degradasi dan menstabilkan peruntungannya di Liga Premier.
