Inter dikalahkan 4-3 oleh Brugge di pertandingan kedua Liga Champions, dengan gol penentu kemenangan Gianluca Tresoldi. Hasil tersebut membuat tim Nerazzurri berada dalam posisi sulit, harus memulihkan poin di fase krusial kompetisi Eropa.
Pelatih Cristian Chivu mengungkapkan rasa frustrasinya saat wawancara dengan Inter TV, dan menggarisbawahi bahwa tim telah menunjukkan reaksi yang baik di babak pertama. “Kami mempunyai reaksi yang tepat, namun setelah kebobolan gol kedua kami kehilangan semangat dan kejelasan,” kata Chivu. Bek tersebut menambahkan bahwa intervensi improvisasi tidak berkelanjutan dan tim harus menganalisis kesalahan yang dibuat. "Ini bukan pertandingan untuk tim yang kuat dan ambisius. Kami perlu memahami di mana kami gagal dan melakukan lebih baik dari apa yang kami lakukan di dua pertandingan pertama Liga Champions ini," tutupnya.
Brugge memanfaatkan serangkaian kesalahan pertahanan, dengan Tresoldi mencetak tiga gol, termasuk gol terakhir yang memastikan hasil. Inter, meski menjalani momen-momen cemerlang, tidak mampu mempertahankan konsentrasi dan kejelasan yang diperlukan untuk bersaing di level tersebut. Sang pelatih kembali menegaskan pentingnya tidak melakukan improvisasi dan tetap setia pada rencana permainan.
Hasil ini berdampak langsung pada klasemen penyisihan grup, menempatkan Inter dalam posisi berisiko dan memaksa mereka memikirkan cara untuk melanjutkan pertandingan Eropa mendatang. Chivu meminta klub untuk belajar dari kesalahan dan bereaksi cepat, menekankan perlunya tim yang lebih kuat dan ambisius.
Bagi Inter, Liga Champions menjadi mimpi buruk yang tak ada habisnya, dengan tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir di Eropa. Klub sekarang harus fokus pada pertandingan berikutnya, mencoba memulihkan kepercayaan diri dan kejelasan yang mereka kurang dalam kekalahan melawan Brugge. Masa depan tim akan bergantung pada kemampuan memperbaiki celah pertahanan dan mempertahankan pendekatan disiplin di lapangan.
