Yunus Musah, gelandang AC Milan, berbagi wawancara mendalam dengan CBS Sports Golazo jelang derby melawan Inter. Pemain muda Amerika ini meminta media untuk berbicara tidak hanya tentang penampilan tim, tetapi juga tentang rekan satu timnya dan keingintahuan yang mengelilinginya.

Musah memulai dengan berbicara tentang Luka Modric, yang berbagi lini tengah dengannya. Ia mengaku sangat menikmati waktu yang ia habiskan bersama sang veteran dan belajar banyak dari menontonnya, meski kolaborasi mereka hanya berlangsung singkat. Ia menambahkan bahwa Modric berbicara bahasa Inggris dan Spanyol dengan baik, sedangkan ia sendiri mengekspresikan dirinya dalam bahasa Inggris. “Merupakan pengalaman yang luar biasa bisa berbagi ruang ganti dan lapangan dengannya,” katanya.

Soal kariernya ke depan, Musah menyebut Matteo Gabbia sebagai rekan setim yang paling berpeluang menjadi pelatih. Ia pun menyebut Diego Moreira sebagai pemain paling berpotensi menjadi influencer media sosial, sedangkan untuk sosok yang berpotensi menjadi manajer masa depan ia merujuk pada Gabbia.

Musah kemudian bercanda tentang teman sekamar yang dianggapnya “terburuk” di antara rekan-rekannya: “Loftus‑Cheek.” Dia menambahkan bahwa sulit untuk tinggal bersamanya di kamar. Di segmen lain, ia bercerita tentang Mario Gila yang kerap kehilangan barang seperti ponsel, dompet, atau kunci. Musah menyarankan agar Gila membutuhkan AirTag untuk melacak barang miliknya, terutama selama perjalanan pesawat.

Terakhir, Musah menjawab pertanyaan tentang siapa yang paling bisa bertahan hidup di pulau terpencil, dengan menyatakan bahwa dia adalah pilihan terbaik karena kecerdikannya. Wawancara tersebut, yang dipublikasikan menjelang derby, menawarkan pandangan yang menyenangkan dan pribadi mengenai kehidupan sehari-hari para pemain Milan.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita