Villarreal kembali mengangkat piala setelah empat setengah tahun tanpa kemenangan di Liga Champions, dengan mengalahkan Napoli 3-1 di hari kedua edisi 2026-27. Gol pembuka tim tamu, yang dicetak oleh Rrahmani pada menit ke-8, membuat tim Spanyol mengalami defisit yang nyaris tidak dapat dipulihkan, namun kebangkitan tersebut terselesaikan berkat kontribusi Mikautadze, Mourinho dan Oluwaseyi, yang mencetak dua dari tiga gol yang menjamin kemenangan di La Cerámica.
Hasil ini mematahkan rekor negatif yang dimulai pada April 2022, saat Villarreal mengalahkan Bayern 1-0 di leg pertama perempat final, lewat gol Danjuma, yang saat itu masih berstatus pemain Valencia. Sejak itu, tim Spanyol telah memainkan dua belas pertandingan di kompetisi tersebut, berakhir dengan tiga kali seri dan sembilan kekalahan, tujuh di antaranya berturut-turut. Rentetan buruk itu diawali dengan hasil imbang 1-1 di Munich pada leg kedua dan dilanjutkan ke semifinal melawan Liverpool, di mana tim kalah 2-0 dan 2-3 di kedua laga tersebut.
Jeda dua musim terhenti saat Villarreal kembali ke Liga Champions musim lalu, meski dengan performa yang sangat buruk. Pada laga pertamanya, mereka bermain imbang 2-2 dengan Juventus, namun kemudian menderita kekalahan melawan Tottenham (1-0), Manchester City (0-2), Paphos (1-0), Dortmund (4-0), Kopenhagen (2-3), Ajax (1-2) dan Leverkusen (3-0). Pertandingan kedua musim ini, melawan Dortmund, berakhir dengan skor 3-2 untuk keunggulan lawan, yang menandai rentetan kekalahan beruntun terburuk dan pertandingan tanpa kemenangan di kompetisi Eropa.
Dengan kemenangan atas Napoli, Villarreal tak hanya mengakhiri rentetan kekalahan terpanjang di Liga Champions, tapi juga menutup rekor terburuk Eropa tanpa kemenangan di kompetisi mana pun, yakni sembilan laga tanpa kemenangan. Kemenangan Eropa terakhir mereka sebelum kemenangan ini adalah 3‑1 melawan Olympique de Marseille di leg kedua babak 16 besar Liga Europa, pada tahun 2024.
Hasil tersebut membuka kemungkinan baru bagi tim di babak penyisihan grup yang kini menghadapi grup dengan tim-tim papan atas. Pelatih Íñigo Pérez dan skuadnya harus menjaga momentum yang didapat untuk melaju ke fase berikutnya dan memantapkan reputasi klub sebagai pesaing elite Eropa. Matchday berikutnya akan mempertemukan mereka melawan rival yang juga mencari kemenangan yang menentukan, yang akan membuat Villarreal melanjutkan pencarian mereka untuk tampil konsisten di kompetisi teratas kontinental.
