Paris Saint‑Germain mengubah pertandingan yang tampak suram menjadi kemenangan gemilang melawan Le Havre, berkat gol MikaGodts dan gol penentu dari AchrafHakimi. Pada hari ke-9 Ligue1, tim Paris, yang tertinggal 1-0 pada menit ke-18, berhasil membalikkan skor dalam waktu kurang dari sepuluh menit, diakhiri dengan skor 2-1 untuk keunggulan mereka.

Le Havre membuka skor berkat JoshMaja yang memanfaatkan kesalahan pertahanan untuk memasukkan bola ke gawang. Keunggulan ini membuat PSG berada dalam tekanan sehingga memaksa mereka bermain lebih ofensif sejak awal pertandingan. Jawabannya segera muncul: AchrafHakimi mencegat umpan terobosan dan memberikan umpan akurat kepada MikaGodts, yang menyamakan kedudukan melalui sundulan luar biasa. Gol kedua pemain sayap Belgia ini, yang kedua dalam empat hari, tidak hanya menyamakan skor tetapi juga menandai tonggak bersejarah baru bagi klub Paris tersebut.

Memang benar, gol Godts membuat PSG menjadi klub Ligue 1 pertama yang melampaui angka 100 gol di kompetisi resmi selama 15 tahun berturut-turut. Pencapaian ini menggarisbawahi konsistensi ofensif klub sejak awal seri ini, mengukuhkan statusnya sebagai pemimpin nasional. Rekor yang disorot FootMercato ini menggambarkan dominasi PSG di sepak bola Prancis.

Dua menit setelah gol penyama kedudukan, Hakimi kembali mendapatkan keunggulan. Tendangan kaki kanannya dari jarak dekat membuat PSG unggul 2-1 dan memastikan kemenangan. Bek sayap asal Maroko ini memainkan peran ganda: pengumpan dan pencetak gol, ia adalah kekuatan pendorong di balik kebangkitan Paris. PSG yang mengoleksi 14 gelar juara Prancis telah menunjukkan kemampuannya untuk segera bangkit dari awal yang buruk dan mempertahankan keunggulannya.

Dengan kemenangan ini, PSG memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara Le Havre harus bangkit dari kekalahan sulit. Tantangan berikutnya bagi tim Paris adalah mempertahankan dinamika ofensif ini, terutama dengan kedatangan MikaGodts yang telah membuktikan dirinya sebagai opsi serangan yang dapat diandalkan. Pertandingan tersebut menunjukkan bahwa PSG mampu mengubah defisit menjadi kemenangan, melalui kombinasi bakat individu dan kekompakan tim.

But Football ClubArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita