Lautaro Martínez, pemain Argentina yang bergabung dengan Inter pada tahun 2018, telah absen dalam 51 pertandingan sejak kedatangannya. 8 kekalahan tersebut terjadi saat melawan Torino, namun absennya pemain bernomor punggung 10 terbukti lebih menyulitkan Nerazzurri yang mencatatkan 34 kemenangan, 9 kali imbang, dan 8 kekalahan dalam 51 pertandingan tersebut.
Selama beberapa musim terakhir ketidaktersediaannya sering kali disebabkan oleh cedera atau manajemen waktu bermain, namun dampaknya terhadap hasil tetap konstan. Untuk musim 2025-2026 misalnya, Inter meraih 7 kemenangan, 4 kali seri, dan 2 kekalahan dalam 13 pertandingan tanpa kehadiran Lautaro, dengan yang paling signifikan adalah skor 5-3 melawan Udinese. Secara umum, dalam 50 pertandingan sebelumnya di mana pemain tidak turun ke lapangan, tim menang 34 kali, imbang 9 kali, dan kalah 8 kali.
Di antara pertandingan yang paling menonjol, Inter menderita kekalahan 0-3 melawan Bologna pada 1 September 2018, kekalahan 0-1 melawan Parma pada 9 September, dan kekalahan 0-1 melawan Tottenham pada 25 November. Sebaliknya, mereka meraih kemenangan penting seperti 4‑0 melawan Genoa pada 21 Desember 2019 dan 4‑1 melawan Cagliari pada 14 Januari 2020. Dalam beberapa kesempatan, tim juga kalah karena cedera, seperti 0‑1 melawan Lazio pada 29 Oktober 2018 dan 0‑1 melawan Atalanta pada 28 November 2018.
Pada 2023-2024, Inter meraih dua kemenangan dan dua kali seri tanpa Lautaro, termasuk skor 2-0 melawan Lecce pada 23 Desember 2023 dan 1-1 melawan Cagliari pada 14 April. Pada 2024-2025, tim meraih delapan kemenangan dan dua kali seri dalam sepuluh pertandingan tanpa sang gelandang, dengan hasil seperti 2-0 melawan Inter-Lazio di Piala Italia dan 2-1 melawan Inter-Feyenoord di Liga Champions.
Untuk musim 2026-2027, saat ini Inter baru memainkan satu pertandingan tanpa Lautaro, yakni menang 5-3 melawan Udinese pada 14 September 2026. Seiring berjalannya waktu, tim terus berusaha mengimbangi absennya pemimpinnya, namun data menunjukkan bahwa kehadirannya sangat penting bagi kesuksesan dan stabilitas klub. Langkah selanjutnya adalah melihat apakah tim dapat mempertahankan performa yang sama di masa depan, dengan atau tanpa pemain asal Argentina tersebut.
