Málaga meraih kemenangan pertamanya di Copa del Rey setelah mengalahkan Sporting de Alcázar 3‑0, berkat dua gol dari Chupe dan satu gol dari Dani Lorenzo. Pertandingan yang diadakan di stadion Manuel Delgado Meco di Alcázar de San Juan ini dimainkan di rumput buatan di hadapan sekitar 4.800 penonton.
Pertandingan dimulai dengan Sporting de Alcázar yang menunjukkan perlawanan di babak pertama, menjaga skor tetap 0‑0 hingga menit ke-70. Tim tamu yang terdiri dari pemain-pemain seperti Walter Cáceres, Antonio Avilés dan Néstor Ruefli berhasil mempertahankan penguasaan bola dan menciptakan peluang, meski tanpa mencetak gol. Tim Malaga, dengan susunan pemain yang tidak biasa yang mencakup pemain Swedia Ctuvo, Eneko Jauregui, Berrocal, Alex Pastor dan skuad muda Juani, kesulitan menghasilkan peluang bersih di fase pertama pertandingan.
Perubahan strategi Pelatih Juanfran Funes di pertengahan pertandingan menjadi pembeda. Málaga memperkenalkan pemain seperti Larrubia, Chupe dan Haitam, dan kemudian Dani Lorenzo, yang menyebabkan peningkatan tekanan pada Sporting. Pada menit ke-70, Chupe mengonversi penalti, memberi Málaga keunggulan. Hanya tujuh menit kemudian, pada menit ke-77, wasit Víctor García Verdura mengeluarkan pemain lokal Antonio Avilés dengan kartu merah langsung karena menendang Haitam, mengurangi Sporting menjadi sepuluh pemain.
Dengan keunggulan dan pemainnya dikeluarkan dari lapangan, Málaga meningkatkan dominasi permainannya. Chupe mencetak gol keduanya pada menit ke-80, dan Dani Lorenzo memastikan hasilnya dengan sebuah gol pada menit ke-87, memastikan tersingkirnya Sporting de Alcázar dan lolosnya Málaga ke babak berikutnya dalam kompetisi tersebut. Wasit juga melakukan beberapa pelanggaran dan mengeluarkan pemain lokal dan tim tamu, namun pengusiran Avilés menjadi faktor penentu yang mengubah jalannya pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Málaga melaju ke fase kedua Copa del Rey, sementara Sporting de Alcázar tersingkir dari kompetisi. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi momen kebahagiaan bagi klub Malaga yang belum berhasil meraih gelar juara Liga, meski kini mendulang hasil positif di ajang piala. Tantangan Málaga berikutnya adalah menghadapi rival kelas atas di babak berikutnya, di mana pengalaman dan taktik akan menjadi kunci untuk terus melaju.