Atlético de Madrid menghadapi salah satu jadwal tersulit dalam kalender mereka di musim 2024-25, dengan tekanan tambahan dari organisasi RFEF dan LaLiga. Agenda tersebut diubah dengan perlunya memajukan pekan ke-23 LaLiga untuk empat tim yang berlaga di Piala Super Spanyol, menghindari konflik dengan Copa del Rey dan turnamen itu sendiri. Alhasil, klub Colchonero harus memainkan dua laga LaLiga melawan FC Barcelona hanya dalam waktu 23 hari, mengingatkan kita pada fase duel intens musim lalu.

Pertandingan pertama akan diadakan pada tanggal 8 November di Metropolitano, sedangkan pertandingan kedua akan dimainkan antara tanggal 2 dan 4 Desember di Camp Nou. Selain itu, laga Piala Super yang akan digelar pada 2 Februari di Stadion Fenerbahce, Turki, menambah pertemuan ketiga kedua tim dalam kurun waktu dua bulan saja. Situasi ini menciptakan duel “maraton” yang menguji ketahanan fisik dan manajemen skuad kedua klub.

Situasi ini bukanlah hal baru. Pada musim 2025-26, Atlético dan Barca saling berhadapan tiga kali dalam kurun waktu dua bulan. Copa del Rey menampilkan Atlético menang 4‑0 di semifinal pada bulan Februari, diikuti dengan kekalahan 3‑0 di leg kedua pada bulan Maret, yang memungkinkan mereka melaju ke final. Di Liga Champions, kedua tim bertemu di perempat final pada bulan April, dengan Atlético menang 2-0 di Camp Nou dan kemudian kalah 2-1 di Metropolitano, namun berhasil melaju ke babak berikutnya.

Dengan tiga pertandingan yang dijadwalkan ini, Atlético harus mengatur skuadnya dengan cermat untuk menjaga daya saing baik di liga maupun di kompetisi Eropa dan nasional. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan latihan dan merencanakan rotasi pemain untuk memastikan tim fit untuk duel kritis. Jadwal tersebut, meski rumit, juga memberikan kesempatan bagi Atlético untuk menunjukkan kekuatannya melawan salah satu rival terbesarnya.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita