Udinese memutuskan untuk mengintensifkan masa persiapan sebelum pertandingan berikutnya, memilih pemusatan latihan tambahan dibandingkan metode biasanya. Pada tanggal 16 Oktober, seluruh rombongan menetap di Hotel Là di Moret, yang terletak di wilayah utara Udine, dan kemudian pindah pada malam sebelum pertandingan ke Le Fucine di Buttrio, di wilayah timur kota. Inisiatif ini diumumkan oleh Gazzetta dello Sport, yang menggarisbawahi bagaimana perusahaan mencoba untuk memperbaiki krisis saat ini dengan pendekatan yang lebih kaku dan tepat sasaran.
Keputusan itu diambil pada saat yang sangat sulit bagi tim. Pelatih Jerman Kosta Runjaic menderita empat kekalahan beruntun, disertai serangkaian cedera yang membuat skuadnya diuji. Klub kebobolan total 13 gol, dengan skor rata-rata lebih dari dua per pertandingan, menyoroti masalah pertahanan yang melibatkan semua pemain di departemen tersebut. Pemain terakhir yang terlibat adalah Okoye. Runjaic, yang sudah kalah lima kali berturut-turut pada musim pertamanya di Friuli, kini harus menghadapi situasi di mana tim tidak lagi bisa menganggap dirinya “aman” seperti dulu.
Retret ini dimaksudkan sebagai kesempatan untuk meninjau kembali metode pelatihan dan mengkonsolidasikan kohesi kelompok. Pilihan untuk menampung seluruh staf di hotel dan kemudian pindah ke Le Fucine disajikan sebagai tindakan yang “lunak” namun berpotensi efektif untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Klub telah menyatakan harapan bahwa rutinitas baru ini akan membantu meningkatkan kinerja di lapangan dan mengurangi jumlah kebobolan gol.
Meski mengalami krisis, Udinese tak putus asa untuk memulihkan posisinya di klasemen. Pemusatan latihan tambahan dipandang sebagai langkah penting untuk menghubungkan kembali tim dan memulihkan kepercayaan di antara pelatih, pemain, dan penggemar. Klub juga mengumumkan bahwa hari latihan berikutnya akan berlangsung di Le Fucine, di mana para atlet akan dapat fokus pada latihan khusus untuk mengkonsolidasikan pertahanan dan meningkatkan performa ofensif mereka.
Dengan kamp pelatihan yang sedang berlangsung, Udinese sedang mempersiapkan pertandingan mendatang melawan Lecce. Klub berharap rutinitas baru dan perhatian terhadap kelemahan dapat membuahkan hasil positif. Apakah tim dapat menstabilkan kinerjanya akan bergantung pada kemampuan Runjaic untuk mengintegrasikan para pemain yang cedera dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh program pelatihan baru. Masa depan yang dekat akan sangat penting untuk menentukan apakah krisis saat ini dapat diatasi dan apakah Udinese dapat kembali bersaing secara konsisten di Serie A.
