Pada laga penyisihan grup Liga Champions, Real Madrid melakukan comeback spektakuler melawan AS Roma di babak kedua. Dengan skor 1‑2 usai gol Kylian Mbappé di hari pertama, tim putih terpaksa bereaksi cepat. Jawabannya datang dari dua gol KarimMalen yang menjadi protagonis pertandingan tersebut.

Gol pertama Malen tercipta tak lama setelah babak kedua dimulai. Kesalahan pertahanan yang dilakukan Vinícius Júnior membuat penyerang Belanda itu menerima bola di area penalti dan mencetak gol melalui sundulan, memperkecil selisih menjadi 2‑2. Permainannya jelas dan pertahanan Roma terpaksa bereaksi, namun sang penyerang berhasil menaklukkan kiper Courtois dengan tendangan jitu.

Gol kedua, yang memastikan kemenangan 3‑1, awalnya didiskualifikasi karena offside. VAR meninjau posisi striker pada saat tembakan dan, setelah menganalisis garis pertahanan, menentukan bahwa bola telah melewati garis gawang sebelum wasit memberi isyarat adanya pelanggaran. Gol tersebut kembali tercipta, meninggalkan Real Madrid dengan keunggulan pasti.

Performa pertahanan tim putih juga luar biasa. Meski mendapat tekanan dari Roma, Real Madrid menunjukkan organisasi yang solid, dengan pertahanan dan lini tengah bekerja sama untuk menetralisir serangan Roma. Kiper Courtois beberapa kali melakukan penyelamatan kunci, dan kehadiran Fede Valverde di lini pertahanan turut menjaga kendali permainan.

Dengan kemenangan ini, Real Madrid melaju di tabel grup dengan posisi menguntungkan, sedangkan Roma tetap di posisi kedua. Pelatih Real Madrid yang tidak disebutkan dalam laporan tersebut memuji kemampuan anak asuhnya yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tekanan dan menutup pertandingan dengan determinasi. Pertandingan tim berikutnya adalah melawan FC Barcelona, ​​​​di mana mereka akan berusaha untuk mengkonsolidasikan posisi mereka sebagai salah satu pemimpin turnamen.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita