Enzo Maresca menegaskan bahwa dia akan menerima peran manajerial Manchester City bahkan setelah mengetahui klub tersebut dinyatakan bersalah karena melanggar peraturan keuangan. Berbicara pada konferensi pers pada hari Jumat, mantan asisten Pep Guardiola menyatakan tidak menyesali keputusannya untuk mengambil alih dan menegaskan bahwa trofi terbaru klub tidak dikompromikan oleh temuan komisi independen.
Maresca, yang belum berbicara kepada media sejak laporan komisi dirilis saat jeda internasional, tampil tenang dan optimis. Dia menjawab pertanyaan kurang dari enam belas menit, menekankan kepercayaannya pada kepemimpinan klub dan orang-orang di belakangnya. “Saya memercayai klub ini karena saya memercayai orang-orangnya, dan itulah alasan saya bergabung,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada klub lain di dunia yang akan tertarik padanya. Ketika ditanya apakah putusan tersebut akan mengubah keputusannya, dia menjawab dengan tegas, “100%, ya.”
Putusan tersebut, yang menuduh City melakukan berbagai pelanggaran keuangan antara tahun 2009 dan 2018, telah memicu perdebatan tentang keabsahan pencapaian klub tersebut sejak pengambilalihan Abu Dhabi pada tahun 2008. Maresca menepis anggapan bahwa medalinya dari treble 2023 – Liga Premier, Liga Champions, dan Piala FA – tercemar. “Sama sekali tidak,” katanya. “Upaya dari para pemain, klub, dan manajer sungguh nyata, dan saya tidak meragukannya.” Dia menegaskan kembali bahwa kesuksesan klub tetap utuh dalam pandangannya.
City telah mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, dan pertandingan pertama tim setelah pengumuman tersebut adalah pertandingan Liga Premier melawan Liverpool pada hari Minggu. Maresca menyambut kembali skuadnya dari tugas internasional dan menekankan bahwa para pemain tetap fokus pada sepak bola daripada kontroversi. “Kami memahami keseriusan situasi ini, namun tugas kami adalah mengendalikan kebisingan dan fokus untuk memenangkan pertandingan,” katanya kepada wartawan.
Selain menyikapi putusan tersebut, Maresca memberikan kabar singkat tentang striker Erling Haaland, yang meminta pengganti Norwegia saat jeda. Sang manajer melaporkan Haaland berada dalam kondisi prima setelah beberapa hari istirahat. Prioritas klub berikutnya adalah mempertahankan performa di lapangan sambil menjalani proses banding yang sedang berlangsung.
