Udinese bersiap menantang Torino pada hari keenam musim 2026/2027. Dalam konferensi pers tanggal 13 Oktober, pelatih Kosta Runjaic menggambarkan bagaimana jeda panjang tim nasional dan kekalahan baru-baru ini melawan Cagliari telah mempengaruhi atmosfer klub, menggarisbawahi pentingnya mengatur beban dan memberikan ruang kepada para pemain yang tetap berada di tim selama minggu-minggu absen.
Runjaic mengungkapkan kepuasannya dengan ketersediaan Arizala, Palma, dan Zanoli, namun menyoroti rasa frustrasinya terhadap cedera Zaniolo yang bisa kambuh. Dia menegaskan kembali bahwa, meski cederanya bukan penyebabnya, klub berupaya memastikan dia kembali ke performa terbaik dan konsistensinya. Di antara pemain yang berperan di timnas, ia menyebut Miller, Chakvetadze, Abankwah, dan Vojvoda yang semuanya kembali ke Udine dalam kondisi baik dan siap berkontribusi.
Penandatanganan baru Alaba digambarkan sebagai elemen kunci kepemimpinan di lapangan. Runjaic menjelaskan, Alaba berkat kepribadian dan pengalamannya, telah berintegrasi dengan cepat dan sudah menunjukkan mampu memimpin tim. Sang pelatih menjabarkan kemungkinan posisi untuk sang gelandang, menyoroti keserbagunaannya antara bek tengah, bek sayap, dan lini tengah. Alaba, yang telah fit selama tiga bulan, harus mengatur bebannya dengan hati-hati agar siap bermain sepanjang musim.
Peran Davis juga menjadi bahan diskusi. Runjaic mengatakan meski Davis bisa bermain, dia belum siap bermain 90 menit dan harus belajar dari kesalahan Zaniolo. Kombinasi Alaba dan Davis dianggap krusial untuk pertahanan tiga pemain, menawarkan solusi tambahan dan memungkinkan klub menjaga keseimbangan taktis. Sang pelatih mengungkapkan optimismenya terhadap tumbuhnya pemain muda seperti Palma yang akan memanfaatkan pengalaman Alaba dan pemain senior lainnya.
Terakhir, Runjaic berbicara tentang pemain kunci lainnya seperti Jovanovic, Lovric dan pemain muda lainnya yang sedang berkembang. Jovanovic yang tampil impresif saat jeda dianggap siap menggantikan Zaniolo, sementara Lovric dipandang sebagai sumber potensial di lini tengah. Sang pelatih mengakhiri konferensi dengan harapan mendapatkan tiga poin melawan Torino, menggarisbawahi perlunya berfungsi dengan baik sebagai sebuah tim dan tidak memberikan terlalu banyak tekanan pada para pemain muda.
