Hasil imbang dramatis 1-1 Sunderland dengan Coventry di leg kedua semifinal playoff Championship membuat klub mengamankan kemenangan agregat 3-2 dan satu tempat di Liga Premier. Momen penentu terjadi di masa tambahan waktu ketika EnzoLeFée mengirimkan tendangan sudut kaki kanan sempurna yang diterima DanBallard, yang menyundul bola membentur mistar gawang untuk memastikan kedudukan imbang. Kemenangan ini membuat Stadium of Light menjadi heboh, sementara manajer RégisLeBris, yang dipuji karena mengubah Sunderland menjadi pendongeng, merayakan kemenangan yang bisa membuat klub kembali ke Eropa setelah kampanye Liga Europa musim lalu.

LeBris, yang membawa Sunderland finis ketujuh di Liga Premier tahun lalu, mengatakan identitas dan fondasi klub adalah kunci kesuksesan. “Selalu ada cerita baru dan babak baru untuk ditulis,” katanya kepada wartawan. “Kami ingin tampil dengan identitas kami, pilar kami, fondasi kami, dan kemudian pertandingan akan tetap menjadi pertandingan.” Ia menambahkan bahwa Coventry, klub yang sudah dua kali menang di Premier League, masih efisien dan kompetitif, namun performa Sunderland belakangan ini tidak seimbang. Manajer berusia 50 tahun itu mengakui bahwa timnya sempat kesulitan menghadapi tuntutan sepak bola Eropa dan jadwal yang padat, namun ia tetap optimis menatap masa depan.

Aktivitas transfer klub memang menjadi perhatian. Sunderland belum merekrut pemain sayap kanan jangka panjang atau striker yang siap bermain di Premier League untuk melengkapi Brian Brobbey dan Wilson Isidor. Cederanya Brobbey dan Isidor menunjukkan kurangnya kedalaman serangan, sementara kepergian tokoh-tokoh penting dalam rekrutmen – direktur olahraga KristjaanSpeakman dan kepala rekrutmen pemain StuartHarvey – telah meninggalkan kesenjangan di staf pelatih. Direktur sepak bola FlorentGhisolfi, yang tiba dari Roma, mendapat pujian atas kontaknya di Eropa, tetapi rekrutan musim panas klub tersebut membuahkan hasil yang beragam. Akuisisi MalickFofana senilai £30 juta dari Lyon belum memberikan dampak yang signifikan, dan peminjaman bek Tottenham KevinDanso telah menimbulkan pertanyaan tentang fokus klub pada tinggi badan dan kekuatan.

Di lapangan, LeBris telah bereksperimen dengan gaya yang lebih menyerang, namun kurangnya pemain sayap kanan dan striker yang terbukti telah membatasi pilihan tim. Pelatih bola mati klub, yang baru ditunjuk, diharapkan dapat membantu memaksimalkan kontribusi para pemain kunci seperti EnzoLeFée, yang tetap menjadi bagian integral dari rencana LeBris. Tim juga mengharapkan kembalinya gelandang GranitXhaka, yang kesulitan dalam performa terbaiknya dan baru-baru ini diskors dari tim nasional Swiss setelah kontroversi terkait sertifikat vaksinasi Covid palsu. Selain itu, bek NordiMukiele diperkirakan akan pulih dari cedera tenggorokan ringan untuk memulai pertandingan berikutnya.

Ke depan, Sunderland akan kembali menghadapi Coventry pada hari Sabtu dalam pertandingan yang dapat menentukan apakah harapan promosi klub dapat dipertahankan. LeBris tetap yakin bahwa timnya dapat melanjutkan kesuksesan yang baru-baru ini mereka raih, namun ia menyadari tantangan yang ada di depan. “Anda tidak akan mendengar saya mengeluh tentang perjalanan baru ini, jadwal yang padat,” katanya. “Ini adalah tempat yang kami inginkan, dengan kesempatan untuk bermain secara reguler di Eropa, untuk berkompetisi di Liga Premier dan juga piala domestik.” Pertandingan klub berikutnya akan menguji apakah Wearsiders dapat mempertahankan momentum mereka dan mengamankan tempat di papan atas.

The GuardianArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita