Pelatih Lazio Gennaro Gattuso mengatakan kepada Lazio Style Channel bahwa pertandingan melawan Juventus adalah "pertandingan jebakan" serupa dengan pertandingan yang dimenangkan melawan Monza. Dalam pidatonya beliau menggarisbawahi bahwa, setelah kemenangan besar, tim mengalami kemunduran, namun hari ini tim mengambil langkah maju.
Gattuso mengingat kesulitan awal: dalam lima belas menit pertama tim tampak melambat, dengan Suto dan Oliver kesulitan menemukan ritme di lapangan Olimpico, yang ia gambarkan sebagai "memalukan". Kelambatan ini memberikan penalti kepada Lazio, membuat aliran bola menjadi lambat dan membuat tim terlalu mudah ditebak. Meskipun demikian, serangan tersebut menunjukkan peningkatan di babak kedua, yang digambarkan Gattuso sebagai "level tertinggi". Dia juga menyoroti pentingnya mengelola restart dengan penuh semangat, dan menyatakan bahwa dia puas dengan hasilnya.
Sang pelatih mengungkapkan rasa frustrasinya atas kebobolan gol yang berani, dan menggarisbawahi bahwa tim seharusnya menyelesaikan pertandingan dengan clean sheet. Ia pun memuji para pemain baru yang memberikan kontribusi positif dan menyampaikan harapan untuk memulihkan seluruh pemain, terutama Albert yang absen. Gattuso juga memuji para pemain yang tidak memprotes kartu kuning tersebut, dan menggambarkan ketenangan mereka sebagai kekuatan.
Terakhir, Gattuso menegaskan kembali bahwa Lazio harus tahu di mana harus mengambil risiko dan bahwa pertandingan ini sepadan dengan risikonya. Ia meminta untuk terus mengembangkan tim ke arah itu, agar semakin berbahaya. Sang pelatih menyimpulkan, jika tim mampu mempertahankan performa tersebut, maka tim akan mampu menghadapi tantangan Serie A berikutnya dengan percaya diri.