Pedro Rodríguez Ledesma, mantan striker Barca yang telah menghabiskan dua dekade bersama Barcelona, ​​​​menerima tepuk tangan terakhir dari Spotify Camp Nou setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola profesional. Berita tersebut dikonfirmasi minggu lalu ketika pemain berusia 39 tahun itu mengumumkan perpisahannya pada konferensi pers di Auditorio 1899, dan pada tanggal 23 Oktober dia mengucapkan selamat tinggal di stadion dengan kick-off yang emosional sebelum pertandingan melawan Getafe.

Ritual tersebut dilakukan dengan nomor punggung 17, nomor yang dikenakan Pedro di Barca, dan dengan tulisan “Gràcies” di bagian belakang, bukan namanya. Para penggemar, didampingi oleh presiden Joan Laporta, bertepuk tangan dengan paduan suara “Pedro, Pedro, Pedro”, sementara mantan pemain itu menyapa setiap rekan satu timnya di skuad dan menerima pelukan dari Hansi Flick, yang pernah menjadi pelatihnya pada musim 2021-22. Suasana tersebut merupakan salah satu rasa syukur dan pengakuan atas karir Pedro yang meninggalkan klub dengan 20 gelar, termasuk tiga Liga Champions dan lima Liga.

Selama konferensi pers hari Jumat, Pedro merefleksikan karirnya dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sepak bola atas kebahagiaan yang diberikan kepadanya. “Terima kasih, sepak bola, karena telah membuat saya sangat bahagia,” komentarnya kepada media. Di antara mereka yang hadir adalah tokoh-tokoh penting klub seperti Deco, Bojan, Sergio Busquets, Carles Puyol, Xavi Hernández dan Martín Montoya, yang berbagi momen dengan mantan striker tersebut.

Warisan Pedro di Barcelona dimulai sejak kedatangannya pada tahun 2004, ketika ia menjadi salah satu pemain paling ikonik di tim. Dengan gaya permainannya, kemampuannya mencetak gol dan kepemimpinannya di lapangan, Pedro meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah klub. Pensiunnya menandai berakhirnya sebuah era dan meninggalkan kenangan tak terlupakan bagi para penggemar tentang penampilannya di momen paling menentukan klub.

Dengan berakhirnya karirnya, Pedro meninggalkan kekosongan yang sulit diisi di Barca. Klub akan terus berupaya memperkuat skuadnya untuk menjaga daya saingnya di Liga dan kompetisi Eropa. Sementara itu, para penggemar akan merayakan kenangan Pedro dan mengakui kontribusinya terhadap kesuksesan klub selama dua puluh tahun terakhir.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita