Como bersiap untuk menantang Feyenoord di De Kuip di Rotterdam, dengan tujuan mengkonsolidasikan posisi mereka di Liga Champions setelah kemenangan meyakinkan 4-1 melawan Leipzig. Klub asuhan Cesc Fàbregas yang sudah menunjukkan level bagus di Eropa, bertujuan untuk mempertahankan performanya dan memanfaatkan pengalaman yang didapat di fase pertama turnamen.
Feyenoord, sebaliknya, tiba di Rotterdam dengan harapan bisa menebus kesalahannya setelah kekalahan telak melawan Barcelona. Tim Belanda telah mendapatkan kembali kepercayaan diri di kejuaraan berkat tiga kemenangan berturut-turut dan kini bertujuan untuk memulihkan poin yang hilang di Eropa. Namun, klub menghadapi beberapa pemain yang absen: Beelen, Bos, Nieuwkoop, Nelson dan Smal absen karena berbagai alasan, sementara Borges, Watanabe dan Moder tetap diragukan. Pelatih Giovanni van Bronckhorst telah mengindikasikan 4‑3‑3 sebagai formasi dasar, dengan Nacho Ferri sebagai pusat serangan, didukung oleh Hadj Moussa dan Valente.
Bagi Como, komposisi taktisnya tetap seperti biasa 4‑2‑3‑1. Lini tengah akan dipimpin oleh Milla dan DaCunha, sedangkan di pertahanan Couto dan Valle akan bertanggung jawab di lini luar, dengan Ramon dan Chalobah di tengah. Peran striker utama diberikan kepada Douvikas, dengan Diao, Nico Paz dan Baturina mendukungnya. Absennya Moise Kean, yang tidak akan tersedia untuk pertandingan tersebut, tidak boleh mengganggu struktur ofensif, karena pelatih Fabregas telah menguraikan strategi yang jelas untuk pertandingan tersebut.
Como sudah menunjukkan mampu bersaing di level Eropa, namun laga melawan Feyenoord merupakan peluang krusial untuk memantapkan posisi mereka di babak penyisihan grup. Jika mereka bisa menjaga disiplin dan memanfaatkan peluang mencetak gol, mereka bisa memperbesar peluang lolos dari babak penyisihan grup. Namun bagi Feyenoord, kemenangan akan menjadi langkah penting untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dan mengukuhkan daya saing mereka di Liga Champions. Oleh karena itu, pertandingan ini menjanjikan akan berlangsung intens, dengan kedua tim berusaha memanfaatkan kekuatan mereka semaksimal mungkin dan mengisi kekosongan yang disebabkan oleh absennya mereka.
