Lazio memantapkan keunggulannya atas Parma melalui gol bunuh diri Diego Carlos pada menit ke-58, sehingga skor menjadi 2‑0. Aksi yang berkembang setelah aksi ngotot yang dilakukan Biancocelesti, memperlihatkan NunoTavares melancarkan umpan silang tepat ke dalam kotak penalti. Carlos yang berusaha menyelesaikan tembakannya tanpa sadar mengirim bola ke gawangnya sendiri, memastikan kemenangan tim asuhan Francesco Calzona.
Hasil tersebut dipastikan setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, ketika Lazio sudah memecah kebuntuan pada menit ke-50 berkat gol Taylor. Parma yang sempat menunjukkan perlawanan di babak pertama, gagal menemukan cara untuk membalikkan hasil dan harus menerima kekalahan. Gol bunuh diri tersebut merupakan sebuah pencapaian besar bagi Biancocelesti, yang kini berada dalam posisi yang lebih menguntungkan di klasemen SerieA.
Saat mengalami kekalahan tersebut, Parma berada dalam posisi sulit di klasemen liga, sedangkan Lazio mampu memantapkan posisi papan tengahnya berkat kemenangan tersebut. Hasil tersebut dibenarkan oleh pelatih Lazio yang menyatakan kepuasannya terhadap kinerja tim sambil menggarisbawahi bahwa tim siap terus berjuang untuk meningkatkan posisinya di tabel liga.
Pertandingan tersebut menampilkan Lazio menampilkan serangan yang kuat dan pertahanan yang kokoh, sementara Parma kesulitan menciptakan peluang mencetak gol. Gol bunuh diri Carlos menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut, sehingga memungkinkan Lazio untuk mengkonsolidasikan posisi mereka di tabel liga. Hasil akhir menjadi 2-0 untuk keunggulan Lazio, gol bunuh diri Carlos memastikan kemenangan tim besutan Calzona.