Pertandingan pembuka LaLiga antara Rayo Vallecano melawan Athletic Club dibatalkan setelah gelombang pesawat kertas dan bola karet dilemparkan ke lapangan oleh pendukung tuan rumah, sehingga wasit membatalkan pertandingan pada menit ke-13. Insiden tersebut terjadi di Estadio de Vallecas, yang telah ditutup sementara pada awal musim setelah audit yang mengungkap masalah kesehatan dan keselamatan yang serius, termasuk potensi risiko penyakit Legiuner.
Protes tersebut ditujukan kepada pemilik dan presiden klub Raúl Martín Presa, yang mendapat kritik dari para penggemar karena buruknya pemeliharaan stadion dan kegagalan dalam memodernisasi fasilitas klub. Selama babak pertama, fans Rayo yang secara tradisional meneriakkan “Presa, pergi sekarang,” melemparkan benda-benda tersebut ke lapangan. Wasit menghentikan permainan, dan penyiar stadion memperingatkan penonton agar tidak melemparkan benda ke dalam lapangan sementara petugas bergegas membersihkan rumput. Ketika pertandingan dilanjutkan lima belas menit kemudian, pendukung di tribun selatan mengulangi tindakan tersebut, memaksa wasit untuk meninggalkan pertandingan dengan skor 0‑0.
Setelah pembatalan tersebut, Klub Atletik mengeluarkan pernyataan yang menyatakan akan menghubungi suporter tim Spanyol tersebut untuk mengatur pengembalian uang. Keputusan klub mencerminkan rasa frustrasi yang lebih luas di kalangan penggemar Rayo, yang telah lama mengeluhkan keadaan venue. Musim lalu, para pemain Rayo mengirim surat ke federasi sepak bola Spanyol yang menggambarkan lapangan Vallecas sebagai “tidak dapat dimainkan” dan menyoroti kurangnya air panas untuk mandi dan pembersihan yang tidak memadai. Klub juga kesulitan menggunakan tempat latihannya sendiri karena masalah jamur, namun berhasil mencapai final Liga Konferensi UEFA, di mana mereka kalah 1-0 dari Crystal Palace.
Penggemar Rayo sering menghadapi antrean panjang di box office kecil stadion, karena klub tersebut adalah satu-satunya tim papan atas Spanyol yang tidak memiliki sistem tiket online. Klub saat ini duduk di urutan ke-13 di LaLiga, setelah meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan pertama mereka. Pertandingan yang ditinggalkan ini menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara suporter dan manajemen klub, dan masih harus dilihat bagaimana federasi akan mengatasi masalah keselamatan dan pemeliharaan yang timbul dari audit dan surat para pemain.
