Milan sekali lagi menunjukkan dominasinya di Serie A setelah mengalahkan Udinese 2-0 di stadion San Siro, mempertahankan rekor tak terkalahkan dan memperlebar jarak dengan pemuncak klasemen Inter dan Lazio. Gol-gol yang dicetak Christian Pulisic dan Thomas Hutchinson memberi Rossoneros tiga poin krusial untuk tetap berada di zona kualifikasi Liga Champions dengan 18 poin, hanya tertinggal empat poin dari dua tim yang menghuni peringkat pertama.
Pertandingan dibuka dengan cepat ketika gelandang Kroasia Luka Modric memanfaatkan pelanggaran yang dilakukan bek Udinese di tengah lapangan. Modric melepaskan tembakan kuat yang menyelinap di antara kaki pertahanan dan, tanpa kiper Udinese sempat bereaksi, Pulisic menemukan bola di sayap kiri dan, dengan eksekusi yang luar biasa, menyelesaikannya ke gawang, mencetak gol pertama pertandingan di menit ke-6. Gol awal itu memberi Milan keunggulan awal yang memungkinkan mereka mengendalikan laju permainan.
Di pertengahan babak pertama, Milan mencoba memperbesar keunggulan mereka dengan peluang bersih ketika Pulisic dan striker Italia Andrea Barzagli menemukan diri mereka di depan gawang Udinese yang kosong. Namun, bola dibelokkan dan gol tidak tercipta, membuat tim tamu unggul 1-0. Meski mengalami ketertinggalan kecil, Milan tetap mempertahankan penguasaan bola dan menekan pertahanan Udinese, membuat mereka menutup babak pertama dengan keunggulan aman.
Di babak kedua, Milan melanjutkan dominasinya dan, pada menit ke-65, Thomas Hutchinson mencetak gol keduanya di pertandingan tersebut, memastikan kemenangan dengan tembakan akurat yang membuat kiper Udinese tidak punya pilihan. Gol Hutchinson sangat menentukan, karena Udinese perlu bereaksi dan gagal mencetak gol. Tuan rumah berusaha memperkecil ketertinggalan, namun mereka kekurangan kekuatan ofensif seperti yang ditunjukkan Milan sepanjang pertandingan. Upaya Gonçalo Ramos juga nyaris terjadi, namun tendangannya membentur mistar gawang.
Dengan kemenangan ini, Milan tak hanya memantapkan posisinya di puncak klasemen, tapi juga mengikuti jejak dua pemuncak klasemen, Inter dan Lazio, yang mengoleksi 22 poin. Tim yang dipimpin Stefano Pioli ini menunjukkan bahwa momen bagus mereka di kompetisi ini bukanlah sebuah kebetulan, dan mereka siap untuk terus bersaing memperebutkan posisi kualifikasi Liga Champions. Tantangan Milan selanjutnya adalah menjaga konsistensi tersebut dan menutup musim dalam posisi yang memungkinkan mereka mengamankan tempat di kompetisi Eropa.