Juventus menderita kekalahan telak melawan Genoa, dengan gelandang Kolo Muani ditempatkan sebagai satu-satunya striker dan hampir tidak digantikan. Pertandingan tersebut menyoroti kesulitan tim asuhan Spalletti dalam menemukan gelandang yang cocok secara fisik, meski terdapat pemain-pemain seperti Muani dari Prancis, Milik dari Jerman, dan pemain Polandia. Muani, meski lebih kuat dari performa terakhirnya, tidak menunjukkan kualitas yang dibutuhkan untuk peran striker, kesulitan memanfaatkan ruang dan menciptakan peluang yang menentukan.
Pelatih Spalletti mencoba memanfaatkan kekuatan tim dengan serangan dua arah, namun kurangnya striker berkualitas membatasi pilihan. Muani sempat berada di lapangan sepanjang pertandingan, namun kehadirannya tidak memberikan dampak yang diharapkan. Pemain yang menunjukkan bahwa ia memiliki lebih banyak ruang untuk bermain dalam peran yang lebih bebas, terpaksa tetap berada di posisi striker, di mana ia menunjukkan cacat dalam manuver dan oportunisme. Tim kesulitan menciptakan peluang mencetak gol, dengan sedikit bola yang bisa dimainkan dan kurangnya ketepatan dalam mengoper.
Di paruh kedua pertandingan, Muani dipindahkan ke posisi second striker, namun minimnya dukungan pemain lain menghalanginya untuk memaksimalkan potensinya. Tim kesulitan menciptakan ruang dan memanfaatkan peluang yang tercipta, dengan sedikit gol yang tercipta dan pertahanan yang mengalami banyak serangan. Juventus menunjukkan kurangnya energi dan motivasi, dengan sedikit gol yang dicetak dan pertahanan yang mengalami banyak serangan.
Kesimpulannya, Juventus menunjukkan kurangnya tenaga dan motivasi pada laga melawan Genoa, dengan Muani menunjukkan kelemahan dalam manuver dan oportunismenya. Tim berjuang untuk menciptakan peluang mencetak gol dan memanfaatkan peluang yang diciptakan, dengan sedikit gol yang dicetak dan pertahanan yang mengalami banyak serangan. Juventus harus meningkatkan performa dan motivasi mereka untuk meningkatkan penampilan mereka di pertandingan berikutnya.
