Manajer Arsenal Mikel Arteta telah mengungkapkan bahwa dia sedang mengumpulkan bukti tentang pelatih Liga Premier lainnya yang melanggar peraturan di lapangan, setelah dia mendapat kartu kuning kedua dalam kemenangan 2-0 atas Everton hari Sabtu. Kemenangan tersebut, yang diraih melalui gol Ezri Konsa dan Gabriel Magalhães, membuat Arsenal memiliki poin yang sama dengan pemimpin liga Manchester City, yang dikalahkan 2-1 oleh Aston Villa.
Selama pertandingan, Arteta diperingatkan oleh wasit Tony Harrington karena meninggalkan area teknis, sebuah pelanggaran yang biasanya dilarang. Dia mengatakan dia merasa diperlakukan lebih keras dibandingkan manajer lainnya, dan mencatat bahwa beberapa pelatih terlihat meninggalkan touch‑line tanpa menerima peringatan. “Ada manajer yang memiliki rekor di liga – 36 kali dalam 10 menit meninggalkan touchline, tidak ada kartu kuning,” kata Arteta kepada wartawan. "Jadi saya memotong semua itu. Saya mempunyai penyimpanan gambar yang sangat besar. Jadi jika seseorang berkata, 'Saya belum masuk dalam rekor, orang lain yang memiliki rekornya,' maka itu adalah 36 kartu kuning dalam 10 menit untuk manajer lainnya."
Sikap blak-blakan Arteta muncul saat ia menghadapi potensi larangan bermain di lapangan setelah menerima kartu kuning ketiga, yang akan membuatnya absen selama satu pertandingan. Dia bercanda bahwa dia memerlukan “sensor” untuk mencegahnya melangkah keluar dari area teknis dan menimbulkan kewaspadaan lainnya. “Saya memang harus berhati-hati,” katanya. “Dan kita perlu memiliki sensor yang bagus di sana.”
Kemenangan Arsenal adalah poin penting bagi The Gunners, yang sedang berupaya finis empat besar. Pertandingan tersebut juga menyoroti meningkatnya pengawasan terhadap perilaku kepelatihan, dengan komentar Arteta menunjukkan masalah yang lebih luas mengenai penegakan peraturan touch-line yang tidak konsisten di seluruh liga. Liga Premier kemungkinan akan meninjau insiden tersebut sebagai bagian dari penilaian berkelanjutan terhadap keputusan wasit dan perilaku manajerial.
