Dalam derby Udinese-Milan, episode antara pemain sayap kanan Udinese, Pau Torres, dan gelandang Inter, Lucas Hernández, memicu banyak diskusi. Wasit LucaMarelli, yang diwawancarai oleh DAZN, menjelaskan bahwa perselisihan tersebut tidak memiliki tingkat pelanggaran yang parah, namun dipandang sebagai perilaku yang tidak sportif. Menurut ahli tersebut, Ramos menjadi "gugup" pada penjagaan Palma dan, dalam satu kontak, menunjukkan tangan terbuka, yang menunjukkan posisi bertahan daripada menyerang. “Namun, kartu kuning untuk perilaku tidak sportif tidak ada,” jelas Marelli, menggarisbawahi bahwa sanksi tersebut tidak dapat dibenarkan.

Komentar wasit ini muncul dalam konteks meningkatnya perhatian terhadap disiplin di SerieA, di mana keputusan kartu kuning dan merah sering kali menjadi sorotan. Marelli juga merujuk pada kejadian terkini lainnya, seperti penalti melawan Inter dan penilaian pemain lain, yang menyoroti perhatiannya terhadap detail keputusan wasit.

Sedangkan pada pertandingan, Udinese berusaha mempertahankan tekanan, namun Milan membalasnya dengan serangan yang lebih terorganisir. Hasil akhirnya adalah 2‑1 untuk keunggulan Milan, dengan gol penentu di babak kedua. Meski demikian, wasit tetap mempertahankan pendiriannya dan menganggap sanksi tidak diperlukan.

Dengan berakhirnya pertandingan, tim bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Udinese harus mempertimbangkan kembali strategi pertahanan mereka, sementara Milan dapat mengandalkan formasi yang lebih stabil. Sementara itu, wasit Marelli tetap siap menangani perselisihan di lapangan di masa depan, dengan perhatian terhadap detail yang sama seperti yang ditunjukkannya pada pertandingan ini.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita