Inter mengakhiri pertandingan mereka melawan Parma dengan skor 3-0, menegaskan soliditas formasi mereka dan kemampuan menutup pertandingan dengan cepat. Hasil tersebut didapat berkat tiga gol: pertama dari Sucic pada menit ke-13, penalti Calhanoglu pada menit ke-19, dan kedua dari Thuram pada menit ke-31 yang membuat keunggulan tim tak berkelanjutan. Pertandingan berlangsung di stadion San Siro, di mana Inter menunjukkan pertahanan yang kompak dan serangan yang cepat, memanfaatkan peluang yang diciptakan lini tengah.

Pelatih Inter memilih formasi 3‑5‑2 dengan Martinez di bawah mistar gawang, Pavard, Bisseck, dan Carlos Augusto di lini pertahanan, serta lini tengah yang terdiri dari Diouf, Sucic, dan Calhanoglu. Serangan tersebut dipimpin oleh Mkhitaryan, Dimarco dan Thuram, dengan penggunaan Spence dan Luis Henrique menggantikan Diouf dan Dimarco. Parma, dalam formasi 3‑5‑2, memiliki Corvi di gawang, Troilo, Diego Carlos dan Carboni di pertahanan, dengan lini tengah Delprato, Fabbian, Keita, Sierro dan Valeri. Pergantian pemain Parma menampilkan masuknya Britschgi, Lontani, Bernabé, Frigan dan Romero.

Di antara kunci pertandingan, sistem pertahanan Parma menunjukkan kesulitan membendung kreativitas Inter, terutama dalam transisi. Gol Sucic tercipta dari kesalahan pertahanan, sedangkan penalti Calhanoglu menjadi contoh lain dari presisi sang gelandang. Thuram mengakhiri pertandingan dengan gol yang memantapkan kemenangan, menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan peluang. Parma hanya punya sedikit peluang konkrit, gol Frigan di menit ke-84 menjadi satu-satunya titik terang bagi Giallorossi.

Hasil ini mengukuhkan posisi Inter di klasemen liga, menjaga tim tetap berada di puncak klasemen. Sang manajer memuji kinerja lini tengah dengan mengatakan tim telah menunjukkan siap bersaing di level tinggi. Parma, bagaimanapun, harus memikirkan strategi pertahanan dan ofensif mereka, dengan presiden Gilardino menggarisbawahi perlunya meningkatkan kemampuan mereka untuk mempertahankan pertandingan. Dengan berakhirnya pertandingan, Inter bersiap untuk pertandingan berikutnya, sementara Parma akan menganalisis penampilan mereka untuk kembali lebih kuat di pertandingan berikutnya.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita