Pelatih Torino Ignazio Abate mengaku tidak bisa tidur usai kekalahan 1-3 melawan Como, setelah kalah di matchday kesembilan kejuaraan Serie A. Dalam konferensi pers yang digelar pada pukul 23.17, sang pelatih mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut, menggarisbawahi bahwa tim tetap memainkan pertandingan sesuai harapan, dengan pertahanan yang solid dan blok yang rata-rata. Namun, ia menyoroti bahwa tim telah turun terlalu rendah, meninggalkan Como dengan kemampuan menciptakan bahaya di saat-saat kritis.
Abate menjelaskan, sebelum gol tersebut, Como tidak memberikan ancaman berarti dan pengelolaan bola menjadi kunci kemenangan melawan tim yang lebih kuat dari segi teknik. Ia meminta para pemain lebih terampil dan bertekad menguasai bola karena pertahanan yang terlalu kaku bisa menjadi titik lemah. Meski kalah, sang pelatih mengakui tim berhasil mengawali dengan baik dan menunjukkan kualitas di setengah jam pertama.
Pelatih juga mengomentari perlunya meningkatkan fase pertahanan dan menghindari permainan yang terlalu pasif. Dia mengatakan jalan ke depan sudah jelas dan meskipun tim telah menunjukkan hal-hal positif, kekalahan ini merupakan sebuah pukulan telak. Ia mengungkapkan tekadnya untuk tidak menyerah dan terus bekerja dengan tenang, terutama menjelang pertandingan berikutnya melawan Frosinone, yang akan melibatkan pemulihan energi dan menggunakan kualitas yang telah ditunjukkan sejauh ini.
Sebagai penutup, Abate kembali menegaskan bahwa para pemain tidak pantas tersingkir dengan kekalahan dan tim harus tetap mewaspadai kemampuannya. Ia menutup konferensi tersebut dengan penegasan untuk terus bekerja dengan kepala tertunduk dan menghadapi laga berikutnya dengan tekad yang sama.