Barcelona mengakhiri fase pertama musim ini dengan dua kekalahan berturut-turut, pertama melawan PSG di Paris dan kemudian di Camp Nou melawan Real Madrid, yang telah menimbulkan keputusasaan yang nyata di dalam tim. Setelah rekor tak terkalahkan di awal musim, para pendukung Barcelona tiba di Clásico dengan ambisi tidak hanya untuk menang, tapi juga mendominasi rival dan meninggalkan Liga yang praktis ditentukan pada bulan Oktober. Namun kekalahan tersebut menyoroti perlunya kembali ke kenyataan dan mengatasi masalah yang muncul di pertandingan-pertandingan penting.
Pelatih HansiFlick menjadi pusat perhatian setelah kedua pertandingan tersebut, karena dalam kedua kesempatan tersebut ia menyebut kurangnya “kesegaran” sebagai salah satu penyebab hasil negatif tersebut. Dalam konferensi pers pascalaga di Paris, Flick mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi fisik tim, isu yang juga muncul pasca kekalahan melawan Real Madrid. Terlepas dari reputasinya sebagai pelatih cadangan, Flick sekali lagi fokus pada persiapan fisik, sesuatu yang telah dia sebutkan musim lalu dan telah menimbulkan ketegangan dengan staf pelatih di zona kekuatan, yang dipimpin oleh JulioTous.
Kesenjangan antara Flick dan departemen persiapan fisik menjadi jelas ketika pelatih asal Jerman itu mengkritik kerja kekuatan yang dipimpin Tous. Konflik ini menyebabkan Tous meninggalkan tim utama selama musim panas dan digantikan oleh pelatih Jerman yang dipercaya Flick. Kepergian Tous, yang pernah menjadi tokoh kunci di masa lalu, menimbulkan keraguan atas efektivitas program latihan fisik klub.
Barcelona, yang sempat mengumumkan bahwa tim akan fit 100% setelah jeda internasional pertama, kini menghadapi kenyataan bahwa kurangnya kebugaran dapat memengaruhi performa mereka di pertandingan-pertandingan penting. Selain itu, beberapa kali tim mengalami cedera dalam beberapa pertandingan, hal ini menambah kekhawatiran Flick terhadap kapasitas fisik para pemainnya. Dengan kunjungan mendatang ke Atlético de Madrid, di mana tim hanya tertinggal dua poin, Barca harus menunjukkan energi dan ketahanan yang lebih besar untuk bersaing di level tertinggi.
Singkatnya, kekalahan melawan PSG dan Real Madrid telah menyoroti pentingnya persiapan fisik dan perlunya Barcelona untuk kembali ke level performa seperti biasanya. Klub harus mengatasi masalah kebugaran dan pulih dari cedera untuk menghadapi sisa musim dengan daya saing yang diharapkan dari tim sekaliber mereka.