Lazio mengawali laga melawan Monza dengan keunggulan 2-0 di babak pertama, berkat dua gol Nuno Tavares dan Gustav Isaksen. Pertandingan yang dimainkan di hadapan sekitar sembilan ribu penonton, termasuk kapten Ciro Immobile, sejak awal ditandai dengan tempo yang intens dan serangkaian peristiwa yang menentukan hasil akhir.
Nuno Tavares membuka skor di menit ketiga melalui tendangan keras kaki kirinya dari luar kotak penalti, langsung memberi sinyal tim bertekad mendominasi lapangan. Monza berusaha bereaksi dan menyamakan kedudukan melalui gol Varela, namun respons datang segera setelahnya: pada menit ke-23, pemain muda Gustav Isaksen mencetak gol pertamanya di Serie A melalui tendangan melengkung yang membuat Lazio unggul 2-0. Gol tersebut memantapkan keunggulan tim besutan Gattuso yang terus menekan tanpa membiarkan tim Brianza beristirahat.
Di babak kedua, situasi menjadi rumit bagi Monza ketika, pada menit ke-45, pelatih Juric harus mengeluarkan Lucchesi karena pelanggaran yang membuat Noslin tidak mendapatkan peluang bagus untuk mencetak gol. Pengusiran itu membuat tim Brianza hanya tinggal sepuluh orang, semakin melemahkan pertahanan mereka. Monza berusaha bangkit, namun tim asuhan Gattuso tetap menguasai permainan, memanfaatkan keunggulan numerik mereka untuk membatasi peluang serangan balik.
Di babak kedua, Monza berusaha menciptakan bahaya dari sisi tandang, namun pertahanan Gattuso tetap solid. Masyarakat juga ikut serta dalam protes terhadap presiden Claudio Lotito, namun sebagian besar penggemar terus mendukung tim, mengakui nilai kerja yang dilakukan oleh sang pelatih. Kemenangan tersebut, jika dipertahankan hingga akhir, bisa saja mengantarkan Lazio ke posisi pertama klasemen.
Dengan hasil ini, Lazio memantapkan posisinya di puncak klasemen, sementara Monza masih dalam kesulitan, terutama pasca pemecatan Lucchesi. Pertandingan Lazio berikutnya akan menjadi pertandingan krusial, karena klub bertujuan untuk mempertahankan tekanan di klasemen dan mengkonsolidasikan posisinya sebagai favorit musim ini.
