Julián Álvarez kembali ke Liga Champions bersama Atlético de Madrid, menghadapi rival yang meninggalkan urusannya yang belum selesai. Pemain Argentina, yang telah menunjukkan naik turunnya musim ini, sedang mempersiapkan duel yang menjanjikan untuk menghidupkan kembali performa terbaiknya di panggung paling menuntut di sepak bola Eropa.
Pemain yang menjadi bagian penting di lini depan Atlético ini telah menghabiskan beberapa bulan terakhir untuk memulihkan diri dari cedera yang meninggalkan bekas luka baik secara fisik maupun psikologis. Meski sempat mencetak gol bersama timnas Argentina, performanya di klub tidak menentu, dan diharapkan pertandingan melawan Manchester United akan memungkinkannya menunjukkan kemampuannya dalam mencetak gol dan mendapatkan kembali kepercayaan diri yang menjadi ciri khasnya selama bersama Manchester City. Berkostum merah putih, Julián mencetak 17 gol dan tujuh assist dalam 26 pertandingan Liga Champions, angka yang melebihi performanya di kompetisi domestik.
Selama berada di City, sang penyerang mencetak delapan gol dan dua assist dalam 17 pertandingan di bawah asuhan Guardiola, termasuk kampanye gelar Liga Champions klub. Pada musim 2024-25, produksinya dikurangi menjadi satu assist, meski ia berhasil mencetak tujuh gol di edisi pertamanya (2023-24) dan sepuluh gol di edisi berikutnya. Statistik Liga Champions terus menjadi keunggulannya, dengan sepuluh gol musim lalu yang memungkinkannya melampaui rekor delapan gol Diego Costa pada edisi 2013-14. Selain itu, kecepatannya dalam mencetak 25 gol di kompetisi tersebut, yang dicapai hanya dalam 41 pertandingan, menempatkannya sebagai pemain Argentina tercepat yang mencapai ambang batas tersebut, melampaui Messi dan Agüero.
Manchester United mewakili tantangan pribadi bagi Julián. Selama berada di City, penyerang ini memenangkan ketiga pertandingan Liga Premier yang dia mainkan melawan “Setan Merah”, tetapi tidak pernah berhasil mencetak gol melawan mereka dan menderita kekalahan 2-1 di final Piala FA 2024, pertandingan terakhirnya bersama City. Pengalaman-pengalaman ini memicu motivasi sang pemain, yang berusaha menutup akun yang tertunda dan menunjukkan kualitasnya melawan rival yang telah melihatnya dalam performa terbaiknya.
Dengan agenda Liga Champions, Atlético de Madrid sedang mempersiapkan pertandingan yang tidak hanya memiliki implikasi olahraga, tetapi juga emosional bagi Julián Álvarez. Pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi sang penyerang untuk kembali bersinar di panggung yang paling ia sukai dan bagi klub untuk melanjutkan kampanye Eropanya dengan seorang pemain yang, meski mengalami kesulitan, tetap menjadi bagian penting dalam skuadnya.
