Lamine Yamal muda, yang membantu Barcelona mengalahkan Galatasaray 1‑4 di Istanbul, menjelaskan kepada mikrofon CBS Sports mengapa dia memilih rabona untuk menciptakan gol AnthonyGordon dan meninggalkan pesan tentang ambisi tim.

Dalam laga tersebut, penyerang berusia 18 tahun itu menyumbang dua assist dan ikut serta dalam comeback yang membawa Barca meraih kemenangan. Pada menit ke-50, Yamal melancarkan umpan silang tepat yang memungkinkan FermínLópez mencetak gol dengan kepalanya, dan tiga menit kemudian ia tampil lagi dengan tipuan rabona spektakuler yang membuat bek terkilir dan membuka jalan bagi gol Gordon. Pertandingan berakhir 1‑4, dengan KarimAdeyemi mencetak gol keempat tim pada menit ke-65.

Saat wawancara dengan mantan striker Prancis Thierry Henry, Yamal mengungkapkan bahwa rabona bukanlah isyarat improvisasi, melainkan solusi yang ia identifikasi setelah mengamati performa para bek. “Akhir-akhir ini saya melihat pemain bertahan terjatuh ke tanah ketika saya mencapai baseline, jadi saya melihat peluang dan itu berhasil,” komentar sang pemain. Ia menambahkan bahwa tipuan adalah kunci untuk mendapatkan ruang dan rabona memungkinkannya untuk menipu lawannya dan menciptakan keuntungan.

Performa Yamal lebih dari sekadar assist. Data Opta menunjukkan ia menciptakan enam peluang mencetak gol, terbanyak di antara rekan satu timnya, dan menyelesaikan lima tembakan. Dengan 77 kali intervensi, pemuda tersebut menunjukkan kemampuannya untuk berpartisipasi aktif dalam konstruksi ofensif tim.

Ketika Henry bertanya tentang kemungkinan treble, Yamal menegaskan kembali keyakinan klub: “Kami selalu menjadi Barca, tim terbaik di dunia.” Dengan penampilan seperti di Istanbul, Barcelona terus berupaya memantapkan dominasinya di semua kompetisi. Masa depan Yamal tampak cerah, dan kreativitasnya di lapangan akan terus menjadi elemen kunci kesuksesan klub.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita