Derby SanSiro antara Milan dan Inter menjanjikan akan menjadi pertarungan nyata memperebutkan gelar, dengan kedua tim bertujuan untuk memantapkan posisi mereka di klasemen. Staf editorial TMW dan TUTTOmercatoWEB telah menganalisis berita terbaru dari lapangan untuk menguraikan kemungkinan formasi kedua lawan, menawarkan gambaran rinci tentang pilihan taktis dari masing-masing pelatih.
Bagi Milan, sang pelatih memutuskan untuk memasukkan Rabiot, Gila dan Moreira ke lapangan sejak menit pertama. Gila akan melanjutkan peran bek kanan hybrid, menggantikan Tomori yang cedera, sementara Rabiot akan mengambil posisi gelandang tengah. Moreira akan kembali ke sayap kiri, di mana ia terbukti lebih nyaman. Pertahanan akan diselesaikan oleh De Winter, Pavlovic dan salah satu Bartesaghi atau Estupinan di bek kiri. Di lini tengah, Modric, setelah istirahat 45 menit melawan Bologna, akan berada di lini tengah sejak awal, begitu pula Pulisic sebagai gelandang serang. Hutchinson dipastikan menjadi starter, bersama Goncalo Ramos, masih mencari kesinambungan di depan gawang. Cisse, yang menunjukkan hasil bagus pada hari Rabu, bisa memberikan kejutan sebagai starter.
Bagi Inter, tim asuhan Cristian Chivu tiba di SanSiro dengan tujuan untuk memastikan performa positif musim ini dan meraih kemenangan yang menentukan, terutama setelah gagal meraih kemenangan dalam dua derby sebelumnya di Serie A. Kiper Josep Martinez akan kembali setelah istirahat 180 menit, sedangkan pertahanan akan terdiri dari Bisseck, Akanji dan Bastoni. Di sayap kanan, Diouf harus bermain, sementara di kiri peluang tetap terbuka: Carlos Augusto, dalam performa luar biasa, adalah kandidat kuat untuk menjadi starter, tetapi Dimarco tetap menjadi pilihan penting. Di lini tengah, Barella akan siap, dengan Calhanoglu sebagai direktur dan Zielinski di sisi kiri, meski Mkhitaryan dan Sucic siap menggantikannya. Di lini serang, Thuram akan terlihat dipaksa melakukan perpanjangan waktu bersama Pio Esposito yang sudah pulih dari masalah flu.
Kedua tim menonjolkan keseimbangan taktis: Milan fokus pada lini tengah yang solid dan pertahanan serba bisa, sementara Inter mengandalkan garis pertahanan kompak dan serangan yang memanfaatkan kecepatan lateral. Oleh karena itu, derby menjanjikan pertandingan yang penuh ketegangan, dengan kedua tim berusaha memanfaatkan formasi mereka untuk mendapatkan hasil yang menentukan. Langkah selanjutnya bagi kedua tim adalah menjaga konsentrasi dan memanfaatkan peluang yang tercipta selama pertandingan, dengan tujuan memantapkan posisi mereka di peringkat dan mempersiapkan tantangan selanjutnya.