Alessio Tacchinardi, mantan gelandang Juventus, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai pertandingan Liga Europa berikutnya melawan Celta Vigo, yang dijadwalkan besok di kandang Bianconera. Dalam wawancaranya dengan TuttoSport, sang pemain veteran menggarisbawahi perlunya komitmen yang lebih besar dari para pemain, dan menyebut hasil imbang 1-1 melawan Cagliari baru-baru ini sebagai contoh kinerja yang tidak memadai.

Tacchinardi mengingat kesulitan yang dia temui pada pertandingan tahun 2000 melawan Celta, menggambarkannya sebagai "kekacauan" bahwa "mereka menyakiti Anda", dan memperingatkan bahwa pertandingan minggu ini bisa sama sulitnya. Dia menekankan bahwa para pemain harus "memberi lebih banyak" dan bahwa fase terakhir pertandingan, dua puluh menit terakhir, sangat menuntut, dengan "racun berbeda" yang mempengaruhi kinerja. Menurutnya, taktik Spalletti bisa direvisi, namun prioritasnya adalah meningkatkan mentalitas dan determinasi di lapangan.

Komentator juga fokus pada pentingnya “kelaparan” sebagai elemen kunci bagi tim. Meski mengakui bahwa Spalletti masih memiliki kemampuan untuk memimpin tim, Tacchinardi mencatat bahwa para pemainnya kurang memiliki keganasan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan terberat. Secara khusus, ia mengkritisi penampilan Randal Kolo Muani yang membentur mistar gawang dalam situasi tekanan tinggi. Tacchinardi mendefinisikan pertandingan Muani sebagai "buruk" dan menggarisbawahi bahwa pemain Prancis itu, yang bukan seorang striker papan atas, merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan struktur Juventus, terutama ketika pertahanan lawan terorganisir dengan baik.

Meski mendapat kritik, Tacchinardi tetap bersikap hormat terhadap Spalletti, dan meminta tim untuk lebih konsentrasi dan berkomitmen. Pertandingan berikutnya melawan Celta Vigo merupakan peluang penting bagi Juventus, yang harus menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi tekanan dan memiliki tekad yang diperlukan untuk maju di kompetisi Eropa. Dengan jadwal pertandingan, para penggemar bisa mengharapkan konfrontasi yang intens, di mana performa para pemain akan menentukan nasib tim di Liga Europa.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita